Orangtua Ungkap Kondisi Terkini Anak Korban Penculikan Mantan Napi Teroris

Jumat, 13 Mei 2022 16:52 Reporter : Kirom
Orangtua Ungkap Kondisi Terkini Anak Korban Penculikan Mantan Napi Teroris Orangtua Anak Korban Penculikan Eks Napiter. Kirom

Merdeka.com - Subeno (42) orangtua KDP, mengaku senang anaknya bisa kembali pulang ke rumah di kawasan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, meski handphone anaknya diambil pelaku.

KDP sebelumnya menjadi korban penculikan saat bermain bersama dua temannya RF dan ZAA di wilayah Tanah Kusir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (9/5) kemarin.

"Senang bisa berkumpul lagi. Kalau anak saya enggak ada yang beda. Biasa saja, seperti sebelumnya," kata Subeno, ditemui di kediamannya Jumat (13/5).

Dia menjelaskan, penculikan dan pencurian itu terjadi ketika KDP, pergi bermain bersama RF dan ZAA, di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Selasa (9/5) siang.

Kemudian ketiga anak yang sedang asyik bermain itu didatangi pelaku, yang mengaku sebagai polisi dan menanyakan ketiga anak korban terkait penggunaan masker. Selanjutnya, ketiga anak itu digiring pelaku ke wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

"Di situ anak saya (KDP), yang tadinya diboncengi temannya dipindah ke motor pelaku. Dari situ kemudian dua anak lainnya pulang ke rumah dan anak saya dibawa pelaku," kata Subeno.

Beruntung, setelah dua malam pergi dibawa pelaku KDP, saat ini sudah kembali pulang bersama keluarganya. Saat itu, KDP kata Subeno, terlihat menggunakan pakaian serba baru yang diberikan pelaku kepadanya.

"Dia pulang, pakaianya baru semua. Baju, celana dan sepatu baru. Kalau anak saya enggak ada luka, terlihat biasa saja. Diajak komunikasi juga seperti sebelumnya," kata Subeno.

Dia mengaku dengan kejadian tersebut hubungan kekeluargaannya dan anak-anak bisa lebih dekat. Subeno mengaku juga enggan terlalu dalam menanyakan hal-hal yang dialami anaknya selama dibawa penculik tersebut.

"Saya enggak mau terlalu dalam menanyakan, takut dia trauma. Biarkan saja nanti dia menjawab pertanyaan penyidik. Tapi enggak ada yang berubah dari kebiasaan anak saya sebelumnya, masih biasa seperti dulu," ucap dia.

"Pelajaran sebagai orangtua, agar lebih menjaga anak-anak kita. (Biasanya) enggak (main jauh) main sekitar sini saja," jelas dia.

2 dari 3 halaman

Sementara itu, Mujiyati (37), orangtua RF, yang anaknya ikut bersama KDP saat bertemu pelaku mengaku tidak memgalami trauma sama sekali. Dia menjelaskan, anaknya hanya kehilangan handphone akibat bertemu pelaku.

"Awalnya, tetangga ngabarin saat saya kerja. Katanya anak saya dihipnotis. Alhamdulillah cuma HP (hilang) orang sehat dan selamat," ujar Mujiyati.

Dengan kejadian yang menimpa putranya itu, dia menegaskan tidak akan kembali mengizinkan anaknya membawa sepeda motor sembarangan. Sebab, dalam penculikan itu Rijal Apip, hanya menculik KDP, sementara dua rekannya RF dan ZAA, tidak turut dibawa pelaku.

"Mungkin saya kurang perhatian sama anak, terlalu dibebasin. Menjaga anak lebih ketat lagi dan engga akan mengizinkan anak main motor sebelum umurnya mencukupi," kata dia.

3 dari 3 halaman

Korban Penculikan Mantan Napi Teroris Dapat Trauma Healing dari Mabes Polri

Mabes Polri melakukan pendampingan dan penyembuhan trauma terhadap KDP, anak korban penculikan yang dilakukan ARA, pria yang mengaku sebagai mantan narapidana kasus terorisme, Selasa (9/5) lalu.

Kasubag Kriminal SDM Mabes Polri Kompol Muhammad Mujib Ridwan menegaskan pihaknya masih terus mengumpulkan keterangan dan upaya penyembuhan trauma terhadap anak korban tersebut.

"Kami dari tim Mabes melakukan pendampingan terhadap korban dan saksi korban yang ada di sini. Intinya kami melihat kondisi dengan cara wawancara dan observasi," kata Muhammad Mujib Ridwan di rumah KDP, kawasan Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (13/5).

Dia menerangkan, dalam upaya penyembuhan trauma terhadap korban penculikan itu, dia masih terus memantau kondisi psikologis korban. Ke depan, timnya juga akan kembali melakukan komunikasi dengan korban untuk penyembuhan rasa traumanya.

"Sehingga kami masih melakukan analisis di sana. Yang penting di sini, tindakan awal melihat kondisi pskilogis yang terjadi pada korban. Sementara ini, kami masih melakukan observasi dan pengumpulan data. Nanti hasilnya akan sampaikan ke user," bebernya.

Berdasarkan keterangan korban kepada tim trauma healing Mabes Polri, kata Mujib Ridwan, korban mengakui sempat dilakukan hipnotis oleh pelaku penculikan anak. Namun dia membantah kalau korban mengalami linglung usai penculikan itu.

"(Korban dihipnotis) itu informasi dari dia ya, Kami hanya melihat kondisi mental pskilogisnya saja. (Linglung) tadi masih ngomong," jelasnya.

Meski dia tidak dapat memastikan kalau kondisi psikologis KDP baik-baik saja, usai peristiwa penculikan yang dialami.

"Kami belum bisa mengatakan seperti itu (baik-baik), jadi saat ini hanya bisa observasi dan wawancara saja," lanjutnya.

Selain KDP, penyembuhan trauma juga dilakukan terhadap dua rekan KDP. "Semua mendapatkan pendampingan psikologis, agar menenangkan kondisi mereka. Agar tidak mengalami traumatis," katanya.

[gil]

Baca juga:
Fakta Baru Kasus Eks Napi Teroris Penculik Anak, Korban Dicabuli dan Handphone Dijual
Polisi: Eks Napiter Penculik Anak Terlibat Bom Sarinah & Kerusuhan di Bawaslu
Penculik Anak Ajak Korban Berkeliling Jakarta-Bogor Mantan Napi Terorisme
Modus Penculikan Sepuluh Anak di Jakarta dan Tangsel, Pelaku Ngaku Aparat
Mantan Napi Teroris Penculik Anak Tak Pernah Dipenjara di Lapas Gunung Sindur

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini