Jenazah pilot helikopter BKK117-D3 milik Estindo Air, Kapten Hariyanto akhirnya tiba di rumah duka Jalan Rajawali 1, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Minggu (14/9) malam.
Sebelumnya, Helikopter Intan Angkasa jatuh di kawasan hutan Desa Emil Baru, Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Saat jenazah tiba di rumah duka, tampak keluarga menyambut histeris. Bahkan, orang tua almarhum sampai jatuh pingsan.
Kakak Kapten Hariyanto, Irwan Muharyono mengatakan tragedi terjatuhnya helikopter di Tanah Bumbu, Kalsel tersebut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Irwan menyebut almarhum memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo.
"Bapak Presiden kita Bapak Prabowo menaruh atensi. Kebetulan beliau juga saat ini memang apa ya, mau dikatakan ada kedekatan ya adalah hubungan ini dengan beliau juga," ujarnya kepada wartawan.
Irwan pun mengenang sosok sang adik semasa hidupnya. Irwan menyebut sang adik dikenal sebagai pribadi yang ulet, tangguh dan cerdas.
"Almarhum ini adalah sosok yang sangat baik dan sangat peduli. Di manapun tinggal, almarhum ini banyak berbuat baik dengan tetangga-tetangganya. Riwayatnya sejak berdinas di TNI Angkatan Laut dan memilih untuk pensiun dini juga, tetangga-tetangganya mengenalnya sebagai sosok yang sangat baik dan banyak membantu orang," ujarnya.
Irwan menyebut wafatnya Kapten Hariyanto memberikan pelajaran bagi keluarga tentang tanggung jawab.
"Beliau tetap menunjukkan tanggung jawabnya sebagai pilot komandan sehingga memastikan kru dan penumpang lain untuk kembali lebih dulu sebelum dia menjadi garda terakhir," kata dia.
Rencananya, jenazah Kapten Hariyanto akan dimakamkan di di Darussalam Valley, Kecamatan Bontomarrannu, Kabupaten Gowa, Sulsel. Kapten Hariyanto meninggalkan istri dan dua orang anak.
"Insya Allah, keluarga sepakat untuk memakamkan almarhum di Darussalam Valley di Kabupaten Gowa, diharapkan sebelum zuhur pemakaman sudah selesai," ucapnya.
Advertisement
Kronologi
Sebelumnya diberitakan, Helikopter BK117 D3 yang sebelumnya dinyatakan hilang kontak akhirnya ditemukan di hutan Gunung Belumutan, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Penemuan ini terjadi pada Rabu, 4 September, sekitar pukul 14.45 WITA, setelah upaya pencarian intensif. Tim Anggrek 1 Cabang Nangka, yang dipimpin oleh Remisor, menjadi saksi mata pertama yang menemukan serpihan fisik helikopter tersebut.
Tim pencari memulai perjalanan pada Rabu dini hari, sekitar pukul 05.00 WITA, menembus medan hutan yang menanjak dan menurun.
Mereka berpegang pada titik koordinat yang diberikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) meskipun ada informasi simpang siur. Keuletan tim ini akhirnya membuahkan hasil signifikan dalam pencarian.
Helikopter milik Estindo Air ini dilaporkan hilang kontak sejak Senin, 1 September, sekitar pukul 08.54 WITA, di sekitar Mentewe, Tanah Bumbu. Insiden ini memicu operasi pencarian besar-besaran melibatkan berbagai pihak.