Operasi Darat Dihentikan, Pemadaman Kebakaran Gunung Arjuno Gunakan Water Bombing
Merdeka.com - Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikerahkan untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan di Lereng Gunung Arjuno. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Achmad Choirur Rochim mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi di Lanud Abdurrachman Saleh terkait rencana operasi pemadaman udara secara water bombing.
"Besok (Sabtu 3/8) pukul 08.00 WIB direncanakan pesawat take off dari Bandara Abdurrahman Saleh menuju titik api dan titik pengambilan air untuk observasi atau kaji cepat dari udara. Jika hasilnya memungkinkan water bombing, maka operasi water bombing akan langsung dilaksanakan," jelas Achmad Choirur Rochim dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/8).
Pasokan air sementara disepakati mengambil dari Bendungan Selorejo, Ngantang, selain beberapa opsi lain. Sementara itu, operasi pemadaman jalur darat dihentikan dan seluruh personel akan ditarik ke posko terhitung Jumat (2/8) pukul 16.00 WIB.
Penarikan personel tersebut dalam rangka keamanan pelaksanaan operasi pemadaman udara. Karena memang area lokasi yang menjadi target harus steril dari petugas pemadaman darat, pendaki dan masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Subhan Wahyudiono mengatakan, berdasarkan Informasi petugas di Pos Tahura R Serjo terpantau adanya tujuh titik api. Perkiraan sementara luasan yang terbakar mencapai 300 Ha.
"Operasi penanganan Karhutla menggunakan metode water bombing dengan menggunakan heli berkapasitas 4.000 liter dimulai Sabtu (3/8), besok," ungkapnya.
Heli berangkat dari Palangkaraya dan sudah tiba di Lanud Abdurrachman Saleh pukul 13.30 WIB. Tim melakukan operasi darat guna pengecekan peralatan water bombing dan pemaparan jalur-jalur operasi.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya