Office Boy Dibui Usai Sebar Hoaks Penculikan Anak di Balikpapan
Merdeka.com - RS (37), office boy salah satu pusat perbelanjaan di Balikpapan, Kalimantan Timur, berurusan dengan polisi. Dia diduga menyebar hoaks penculikan anak di Balikpapan melalui Facebook, yang berimbas ketakutan warga Balikpapan.
RS ditangkap Senin (12/11) kemarin, setelah dijemput polisi di tempat kerjanya. Dia mengakui, akun Facebook 'Rudi Aj Preman Pensiun' adalah akun pribadinya.
Di Facebook, RS mengunggah foto wanita sedang berjalan di areal perumahan, 7 November 2018 lalu. Dalam caption, RS lantas meminta warga waspada penculikan anak, dan menyebut wanita itu penculik anak. Meski, RS sendiri tidak mengenal wanita itu.
"Menurut pengakuannya, dia dapat info (gambar) dari grup WhatsApp. Dia merasa perlu mengingatkan masyarakat, agar hati-hati, karena rawan di Balikpapan banyak penculik anak. Ini buktinya," kata Kasat Reskrim Polres Balikpapan, AKP Mahfud Hidayat, dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (13/11).
Masih dalam caption foto yang digunakan, RS juga menuliskan bahwa teman-teman foto wanita yang dia unggah, masih berkeliaran, sehingga juga patut diwaspadai.
"Kita lidik, informasi penculikan, penangkapan itu tidak benar, kabar bohong. Unggahan itu, menimbulkan kekhawatiran, cemas, dan ketakutan," ujar Mahfud.
Memperkuat kabar itu adalah hoaks, warga yang mengenal, sempat menginterogasi wanita di foto itu. Diketahui, wanita itu berada di kawasan perumahan di Balikpapan, lantaran sedang mencari rumah kontrakan. "Jadi, kabar penculikan itu benar-benar hoaks," tegas Mahfud.
RS jadi tersangka penyebar kabar bohong, dan kini meringkuk di penjara. "Kami minta, masyarakat tidak langsung percaya begitu saja informasi di media sosial, tanpa konfirmasi kepada yang berwenang, ke kepolisian," demikian Mahfud.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya