Nisan kayu berbentuk salib sebagai penanda makam Soepriyati Soegiyono yang berada di Kompleks Pemakaman RS Bethesda, turut menjadi sasaran perusakan orang tak dikenal. Soepriyati Soegiyono sendiri adalah istri dari pahlawan revolusi Kolonel Soegiyono.
Kolonel Soegiyono merupakan korban peristiwa 30 September 1945 di Yogyakarta. Kolonel Soegiyono gugur bersama Brigjen Katamso dalam peristiwa tersebut.
Pengelola Kompleks Pemakaman RS Bethesda, Hari Yuniarto (57) membenarkan jika makam istri pahlawan revolusi menjadi sasaran perusakan orang tak dikenal. Hari menuturkan nisan kayu di makam tersebut dalam kondisi tercabut dan dihangus.
"Saat saya cek memang sudah kondisinya tercabut dan sebagian terbakar. Lalu saya pasang lagi nisan kayunya," ujar Hari di kompleks makam RS Bethesda, Sabtu (6/4).
Dari pengamatan di lapangan, nisan kayu berbentuk salib bertuliskan Soepriyati Soegiyono bertuliskan lahir pada 27 Mei 1928. Di nisan kayu itu juga tertulis tanggal dimakamkanya yaitu 17 Januari 2017.
Nisan kayu itu hangus di beberapa bagian. Bekas hitam sisa kebakaran nampak di bagian belakang nisan kayu itu.
Hari menerangkan perusakan makam baru diketahui pada Sabtu (6/4) sore. Saat itu ada seorang ahli waris yang menelponnya dan mengabari kerusakan di makam.
"Pukul 15.30 WIB saya ditelpon, bahwa dia mengatakan di sini ada pencabutan salib dan dibakar terus langsung saya menuju sini sudah banyak ahli waris yang datang ke sini menyaksikan," ungkap Hari.
Hari menerangkan selain nisan makam istri Kolonel Soegiyono adapula beberapa nisan makam yang dirusak orang tak dikenal. Perusakan ini berupa nisan dicabut dan dibakar.
"Satu tempat membakarnya. Yang dicabut kurang lebih 8. 2 sudah saya pasang lagi. Yang dibakar saya jumlahnya tidak tahu. Ada 2 atau 3 yang kelihatan hangus," tutup Hari.
Sebelumnya, sejumlah nisan di pemakaman RS Bethesda, Mrican, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman dirusak orang tak dikenal. Peristiwa perusakan ini pertama kali diketahui oleh penanggung jawab makam, Hari Yuniarto (57) pada Sabtu (6/4) sore.
Hari menceritakan, pertama kali mengetahui ada perusakan nisan salib itu usai ditelepon pihak keluarga ahli waris makam. Mereka mengabarkan jika makam milik keluarganya rusak.
"Pukul 15.30 WIB saya ditelepon, bahwa dia mengatakan di sini ada pencabutan salib, terus langsung saya menuju sini sudah banyak ahli waris yang datang ke sini menyaksikan," ujar Hari di makam RS Bethesda.
Saat tiba di pemakaman, Hari mengetahui ada sejumlah nisan berbentuk salib kayu mengalami kerusakan. Ada yang dicabut dari makam dan ada pula yang dalam kondisi hangus.
"Yang dicabut kurang lebih 8. Dua sudah saya pasang lagi. Ada 2 - 3 yang kelihatan hangus," ungkap Hari.
Hari mengungkapkan, setiap malam, gerbang makam selalu ditutup. Namun gerbang dalam kondisi tidak dikunci.
"Gerbang ditutup tapi tidak digembok. Bagian besi penutup juga ada yang rusak," ucap Hari.