Ngebet Kawin, Gajah di Indragiri Hulu Masuk Permukiman dan Rusak Kebun Warga

Sabtu, 26 Oktober 2019 00:31 Reporter : Abdullah Sani
Ngebet Kawin, Gajah di Indragiri Hulu Masuk Permukiman dan Rusak Kebun Warga Gajah. ©2019 Merdeka.com/Abdullah Sani

Merdeka.com - Gajah jantan berusia 18 tahun berkeliaran di perkampungan Desa Dusun Tua, Kelayang, Indragiri Hulu, Riau. Gajah itu diketahui sedang birahi dan ngebet kawin.

"Gajah itu merusak kebun warga rusak. Karena gajah itu sangat agresif. Kami tidak berani mengusir gajah itu," ujar Kepala Desa Dusun Tua, Ridwan Jumat (25/10).

Gajah itu bersikap agresif karena sedang mencari lawan jenisnya. Bukan lawan jenis yang ditemukan, tapi kebun palawija miliki warga yang dirusak.

Gajah liar itu biasanya berhabitat di kawasan Taman Nasional Tesso Nillo (TNTN). Namun satwa itu, sudah berkeliaran di perkebunan dan perkampungan warga Indragiri Hulu sejak tiga pekan terakhir.

"Kami berharap, pihak berwenang dapat menangani gajah ini. Kami sudah sangat risau dan khawatir menyerang penduduk," ujarnya.

Kapolsek Kelayang, AKP Rinaldi Situmeang, mengatakan pihaknya bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih berupaya melakukan penggiringan untuk masuk ke Kawasan TNTN.

Namun, petugas belum berhasil melakukannya. Mereka kesulitan lantaran satwa bernama latin elephas maximus sumatranus ini sangat agresif dan bisa menyerang manusia.

"Beberapa waktu lalu kita sudah berhasil menggiring gajah itu masuk ke TNTN. Tapi gajah tersebut kembali ke perkampungan, kita masih memantau gajah itu," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang I BBKSDA Riau Andre Hansen Siregar, mengakui perilaku gajah merusak kebun warga dan agresif itu karena sedang birahi. Gajah itu keluar dari habitat di kantong gajah Taman Nasional Tesso Nilo untuk mencari pasangan.

"Gajah itu berada pada masa birahi. Biasanya menandai wilayah atau teritori," jelas Hansen.

Pada September lalu, satwa bertubuh besar itu terlihat di pinggiran Desa Bongkal Malang. Upaya mencari pasangannya kemudian berlanjut hingga mendekati Desa Teluk Sejuah.

"Gajah sedang birahi dapat dilihat dari ciri-ciri fisik hingga aroma yang dikeluarkan. Salah satunya, cairan seperti minyak di kening," tandas Hansen. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini