Nenek Asal Jember Ngaku Diperkosa Ternyata Berbohong, Kini Malah Jadi Tersangka

Jumat, 10 Januari 2020 19:40 Reporter : Muhammad Permana
Nenek Asal Jember Ngaku Diperkosa Ternyata Berbohong, Kini Malah Jadi Tersangka Nenek Asal Jember Ngaku Diperkosa Lapor Polisi. ©2020 Merdeka.com/Muhammad Permana

Merdeka.com - Kasus dugaan perkosaan disertai penganiayaan dengan korban seorang nenek yang terjadi di Jember, ternyata berbuah fakta mengejutkan sekaligus memilukan. Kasus yang terjadi pada awal Desember 2019 ini sempat heboh dan viral. Banyak orang yang geram terhadap pelaku perkosaan dengan korban nenek SM alias Sumirtuk alias Jumirtuk (60).

Bahkan, Kapolres Jember yang iba terhadap nasib Nenek Sumirtuk, ikut menyantuni 'korban'. Namun ternyata itu semua hanya kebohongan belaka.

"Setelah kami dalami lebih lanjut, ternyata bukan diperkosa atau mau dibunuh. Tetapi percobaan bunuh diri," papar Kapolres Jember, AKPB Alfian Nurrizal saat jumpa pers di Mapolres Jember pada Jumat (10/01) siang.

Polisi menerima laporan dari warga Dusun Krajan, Desa Umbulsari, Jember ini pada 4 Desember 2019 lalu. Kepada polisi yang memeriksanya di rumah sakit pada 6 Desember 2019, Nenek Sumirtuk mengaku dianiaya dan mengalami kekerasan seksual dari orang yang tidak dikenal. Saat itu, ada luka bekas sayatan di lehernya.

"Saat kami olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang pertama, memang ditemukan ada bercak darah," ujar Alfian.

Bercak darah yang ada di seprei dan baju itu memang darah milik Sumirtuk yang menetes dari leher. Namun kejanggalan terjadi pada hasil visum terhadap tubuh nenek Sumirtuk.

"Dari hasil visum, tidak kami temukan luka robek atau (tanda-tanda) perlakuan kekerasan seksual," sambung Alfian.

Baca Selanjutnya: Pengakuan Janggal Nenek Sumirtuk...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pemerkosaan
  3. Jember
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini