Nelayan Cilacap keluhkan rusaknya lampu pandu dan suar
Merdeka.com - Sejumlah lampu pandu (krundung) yang tersebar di wilayah perairan Cilacap, dilaporkan dalam kondisi rusak. Selain itu, lampu suar yang terdapat di mercusuar (menara suar) Pantai Teluk Penyu juga dikeluhkan pancaran suarnya tak lagi dapat menembus kabut. Ketinggiannya pun telah tertutupi oleh bangunan-bangunan sekitar.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Sarjono mengatakan banyak nakhoda kapal tanker juga nelayan yang mengeluhkan beberapa lampu pandu di perairan Cilacap tidak berfungsi optimal. Padahal lampu tersebut yang oleh nelayan lokal disebut krundung karena buih-buihnya, sangat penting bagi nakhoda dan nelayan memilih alur pelayaran yang aman dan tepat. Tanpa adanya perbaikan, hal ini bisa berpotensi kapal salah jalur, menabrak krundung, menabrak jaring atau kapal tanker mengalami kandas.
"Banyak yang goyang dan mati. Sudah sejak tahun lalu kami tunggu perbaikan. Tapi belum juga ada tindakan," terang Sarjono kepada Merdeka.com, Jumat (3/2).
Dia juga mengatakan, selain lampu pandu, pancaran lampu suar di mercusuar pantai Teluk Penyu tidak dapat menembus kabut. Dampaknya, alat bantu navigasi yang dibangun di dekat pantai ini untuk tanda tepian daratan tidak jelas kelihatan dari arah laut di mana kapal-kapal melintas berlayar. Padahal, lampu suar tersebut termasuk jaminan keamanan navigasi di alur laut kepulauan.
"Seminggu lalu sudah kami komunikasikan ke Pemkab. Tetapi justru enggak jelas siapa yang melakukan perbaikan. Katanya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Distrik Navigasi Cilacap. Tapi ada juga yang bilang justru beberapa perusahaan," imbuh Sarjono.
Terpisah, Ketua Kelompok Nelayan Pandanaran Cilacap, Tarmuji, membenarkan nelayan acap kali mengeluhkan krundung dan pancaran lampu suar di mercusuar pantai Teluk Penyu. Hal ini memang menyulitkan nelayan khususnya yang berlayar di malam hari, karena kapal mengalami kerusakan menabrak krundung atau jaring putus karena krundung bocor. Sedang untuk lampu suar, diakui tidak mampu menembus kabut sehingga nelayan pun kesulitan membuat patokan berlabuh di pantai Teluk Penyu.
"Kalau tertabrak krundung, kerusakan bisa serius, nelayan jadi harus melakukan perbaikan kapal, bisa keluar Rp 1.000.000. Krundung ini banyak yang rusak ditabrak kapal tongkang batu bara. Sudah hampir 4 tahun tidak ada perbaikan," terang Tarmuji.
Hanya terkait mercusuar, berbeda dengan Sarjono, Tarmuji menyatakan pihaknya telah menerima sosialisasi bahwa lampu suar akan dilakukan perbaikan. Termasuk pula penambahan ketinggian mercusuar menjadi 40 meter. Sosialisasi tersebut ia katakan melalui surat, yang dilayangkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Distrik Navigasi Cilacap melalui ketua RT setempat.
"Memang mercu suar sudah perlu perbaikan, karena ketinggiannya sudah sama dengan bangunan-bangunan lain semisal Rusunawa dan Politeknik. Peninggian ini sudah ditunggu-tunggu nekayan. Hal ini, sangat mengganggu jarak pandang nelayan di tengah laut. Apalagi pancaran suarnya sudah sangat kecil, tidak lagi berwarna kuning tapi keperakan," ujarnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya