LSF tetapkan Film LIMA untuk 17 tahun ke atas

Senin, 28 Mei 2018 16:59 Reporter : Merdeka
LSF tetapkan Film LIMA untuk 17 tahun ke atas Negosiasi Film Lima. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Langkah Lola Amaria membuat Film LIMA dapat ditonton anak usia 13 tahun gagal. Lembaga Sensor Film (LSF) tetap berpegang teguh kepada keputusannya menetapkan film ini untuk kategori 17 tahun ke atas.

"Bahwa Film ini sudah melalui mekanisme dialog dengan pemilik film pada hari Senin yang lalu dan sudah putuskan untuk usia 17 dan sudah diterima oleh pemilik film," kata ketua LSF Ahmad Yani di kantornya, Senin (28/5).

Siang tadi, Produser Film Lola Amaria bersama beberapa Anggota DPR seperti Charles Honoris, Dave Laksono, dan Arvin Hakim Thoha bertandang ke LSF. Mereka mempersoalkan terkait keputusan lembaga itu memberikan lulus sensor 17 tahun kepada Film LIMA.

Tak kurang dari empat jam menggelar pertemuan berlangsung secara tertutup. Akhirnya, Ahmad Yani selaku Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) ditunjuk memberikan keterangan terkait hasil akhir ihwal pertemuan tadi.

Yani dalam keterangannya menjelaskan, Film LIMA tidak sesuai apabila ditampilkan kepada anak-anak yang berusia 13 tahun ke bawah. Lebih cocok untuk usia 17 tahun ke atas.

"Sampai saat ini tentunya kita masih berangkat pada keputusan yang ada bahwa film ini baik oleh LSF dan oleh pemilik film melalui hasil dialog yang konstruktif sudah disepakati dengan berbagai macam pertimbangannya Film LIMA untuk 17 tahun ke atas," papar dia.

Ahmad Yani enggan membeberkan secara rinci terkait keputusannya itu. Biarkan, itu menjadi rahasia antara pemilik Film dan LSF. "Kami sepakat hal-hal yang itu (pertimbangan LSF) karena ada sensitivitasnya. Itu tidak menjadi konsumsi publik. Tetapi konsumsi internal," terang dia.

Intinya, Yani menambahkan, pemilik film sudah memahami dan menerima atas keputusan LSF. Yang perlu dipahami adalah ketika sebuah film sudah diloloskan menjadi milik bersama.

"Kami mempertanggungjawabkan apapun yang ada. Itu adalah menjadi tanggung jawab kami dan pemilik film," terang dia.

Negosiasi Film Lima 2018 Liputan6.com

Yani sependapat bahwa film semacam ini harus disaksikan sejak anak-anak. Hanya saja, klasifikasinya juga disesuaikan.

"Jadi film yang semua umur seperti apa. 13 tahun ke atas seperti apa. Dalam bekerja kami mengacu pada peraturan-perundang-undangan yang ada dengan prinsip yang sangat jelas yang memayungi pekerjaan LSF selama ini," ucap dia.

Karenanya, LSF bisa saja mengubah keputusannya terhadap Film LIMA . Asalkan, pemilik berkenan menurunkan klasifikasinya.

"Kalau nanti pemilik film menghendaki ada penurunan klasifikasi. Ada mekanisme hal-hal mana yang layak untuk 13 mana yang layak untuk semua umur itu semuanya bisa didiskusikan.

"Bahwasanya ada kehendak masyarakat yang diwakili komunitas sebuah masukan (sensor untuk 13 tahun). Masukan bukan hanya SLF tapi juga pemilik film. Jadi yang berfikir pemilik film dan SLF," dia menandaskan.

Sementara itu, Produser film LIMA Lola Amaria mengaku menerima keputusan LSF. "Saya terima dengan lapang dada," ungkap dia

Diap un mengatakan akan mempertimbangkan saran dari LSF agar film dapat ditonton untuk anak usia 13 tahun. "Saya harus ngobrol dengan tim keputusannya seperti apa," ujar dia.

Mengambil konsep yang unik, bukan mengenai drama roman picisan, film LIMA mengambil cerita mengenai konsep Pancasila. Jalan ceritanya mengenai keunikan beberapa karakter yang membutuhkan nilai luhur mengenai dasar negara dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Film Indonesia
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini