Nataru di Bali Diprediksi Hujan dan Muncul Awan Cumulonimbus
Merdeka.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) Wilayah lll Denpasar, Bali, memprediksi Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) berpotensi hujan di wilayah Bali. Diana Hikmah selaku Prakirawan BMKG Wilayah lll Denpasar menjelaskan, untuk saat ini masih terpantau hujan ringan sampai sedang, terutama di Bali bagian barat dan juga tengah.
"Untuk tiga hari ke depan masih ada potensi hujan ringan, namun tidak terlalu lebat. Lalu tiga hari kemudian menjelang tahun baru ada potensi lagi hujan sedang. Terutama untuk wilayah Bali bagian selatan. Namun secara umum hampir seluruh wilayah di Bali. Karena ini sudah memasuki musim hujan," ucapnya, saat ditemui di Kantor BMKG Denpasar, Senin (24/12).
Diana juga menjelaskan, untuk potensi hujan lebat sekitar akhir tahun 2018, yang terjadi di wilayah Bali bagian selatan dan juga timur.
"Untuk kondisi angin masih sama berkisar antara 8 dan 36 kilo meter perjam. Dari arah barat daya hingga barat. Untuk Malam tahun baru, diprediksi ada potensi ringan atau sedang pada malam hari. Namun untuk data terupdatenya bisa di pantau dari data BMKG di website kami," imbuhnya.
Menurut Diana, puncak hujan akan terjadi di akhir tahun 2018, pada bulan Januari dan Februari di tahun 2019 mendatang. Diana juga menjelaskan, yang perlu diwaspadai selama musim hujan adalah awan Cumulonimbus yang akan menimbulkan angin kencang hingga puting beliung.
"Awan ini dapat menimbulkan angin kencang yang berdurasi singkat dan tiba-tiba terjadinya. Awan ini mulai tumbun sejak masa peralihan dari kemarau ke musim hujan. Hal ini, bisa menimbulkan hujan lebat, puting beliung tapi tidak selalu dan juga menimbulkan petir, kilat serta angin kencang yang dapat timbul secara tiba-tiba," ujarnya.
Selain itu Diana juga menjelaskan, untuk tinggi gelombang di perairan Bali di musim hujan ini, mencapai 2,5 meter dan masyarakat yang beraktivitas di pesisir diharap memperhatikan hal tersebut.
"Tinggi gelombang laut diprediksi bisa mencapai 2,5 meter di selat Bali. Terutama di perairan Bali Selatan. Untuk masyarakat nelayan, dan pelaku kegiatan wisata bahari agar memperhatikan potensi gelombang laut tersebut," ujarnya.
"Selain itu, juga memperhatikan tingginya intesitas hujan dalam waktu beberapa waktu terakhir dan tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana seperti banjir, genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, serta kilat dan petir," tutup Diana.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya