Nabila Putri mengaku senpi yang dipakai syuting film DPO palsu
Merdeka.com - Hampir empat jam artis Nabila Putri menjalani pemeriksaan di gedung Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, terkait kepemilikan senjata api dan ratusan amunisi mantan ketua Persatuan Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti. Nabila yang diperiksa terkait peran barengnya bersama Gatot di film Detachment Police Operation (DPO) mengaku tak tahu bahwa senjata api digunakan dalam film DPO adalah asli.
"Di film (DPO) itu saya perannya jadi polisi. Setahu saya senpinya nggak asli. Soalnya saya aktingnya di tempat umum, pasar. Kalau asli juga aku nggak bisa pakai," ujar Nabila di Mapolda Metro Jaya, Senin (17/10).
Nabila mengaku telah menceritakan semua yang diketahuinya dalam pembuatan film DPO di hadapan penyidik yang mengajukan sebanyak 20 pertanyaan.
"Ada 20 pertanyaan. Aku cuma ceritain yang aku tahu dan aku lihat. Semua saya kembalikan ke penyidik, yang penting saya saya sudah cerita sebenarnya," ujar dia.
Selain itu, dirinya menegaskan kalau pada panggilan pertama tidak datang karena ia belum terima surat pemanggilan. Bahkan surat tersebut salah alamat.
"Saya kemarin nggak datang bukan karena nggak mau datang. Surat panggilannya salah alamat ke rumah tante saya. Lalu saya telpon polisi dan minta diatur ulang jadwalnya," pungkasnya.
Seperti diketahui, dalam BAP-nya Gatot menyatakan bahwa senjata api yang Ia simpan digunakan dalam dua film berjudul Azrax dan DPO sebagai property. Selain itu, mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) mengatakan kalau barang bukti tersebut diberikan oleh mantan kepala BPPN Ary Suta.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya