MUI kritik lemahnya pengawasan Kemenag terhadap biro umrah
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid menilai sistem pengawasan Kementerian Agama terhadap biro perjalanan umrah masih lemah, sehingga banyak terjadi kasus penipuan.
"Korban penipuan calon jemaah umrah terus terjadi di mana-mana, hal ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan upaya preventif dari pihak regulator sehingga hal tersebut sering terjadi berulang kali," kata Zainut kepada wartawan, Sabtu (31/3).
MUI berharap, Kemenag bisa membuat tim internal untuk memantau kinerja para biro umrah. Hal ini guna mengantisipasi potensi kecurangan dini.
"Kemenag seharusnya segera membentuk tim audit kinerja dan keuangan terhadap biro perjalanan umrah berpotensi melakukan praktik penipuan. Sehingga ada langkah-langkah preventif untuk menghindari jatuhnya korban penipuan berikutnya," jelas dia.
Selain itu, MUI juga menyarankan agar ada penyempurnaan payung hukum kepada penyelenggaran jasa umrah. Karena hingga saat ini, ibadah umrah belum memiliki badan khusus seperti laiknya penyelenggaraan ibadah haji yaitu KPHI (Komisi Pengawas Haji Indonesia)
"Untuk ibadah umrah belum ada. Padahal peminat ibadah umrah banyak, harus ada regulasi yang mengatur, untuk itu perlu dilakukan perubahan atau amandemen terhadap Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji agar sesuai dengan kebutuhan yang ada," terangnya.
Reporter: Muhammad Radityo (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya