MPR Soal Penceramah & Masjid Terpapar Radikalisme: BIN Jangan Tambah Kekeruhan!

Rabu, 21 November 2018 19:46 Reporter : Sania Mashabi
MPR Soal Penceramah & Masjid Terpapar Radikalisme: BIN Jangan Tambah Kekeruhan! Hidayat Nur Wahid. ©2017 Merdeka.com/Sania Mashabi

Merdeka.com - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengomentari Badan Intelijen Negara (BIN) yang mengungkap data adanya penceramah dan Masjid yang terpapar paham radikal. Dia pun meminta BIN untuk tidak memperkeruh suasana.

"Jadi jangan BIN nambah kekeruhan dengan informasi-informasi yang validitasnya perlu dipertanyakan karena itu bertemu dengan info ada sekian masjid terpapar paham radikal yang sudah sangat amat jelas ditolak oleh Wakapolri yang sekarang jadi Menpan RB," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/11).

Menurut Hidayat, jika masalah ini memang serius seharusnya segera diselesaikan dengan beberapa pihak terkait. Temuan BIN, lanjut dia, bukan untuk dipublikasikan.

"Sebaiknya masalah ini kalau emang serius selesaikan masalah, jangan diumbar ke publik tapi buktikan dan hadirkan bukti serius dan ajak bicara pihak-pihak yang punya kewenangan masalah ini," ungkapnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini meminta BIN untuk menyelesaikan masalah bersama dengan presiden. Sebabnya, pengguna informasi BIN adalah presiden.

"User BIN itu kan presiden, BIN bukan berwacana apalagi menghadirkan informasi yang belum tentu benarnya tapi enggak jelas yang dituju tapi justru menimbulkan kecurigaan sana sini kemudian menimbulkan teror di masyarakat dan itu tidak diperlukan," ucapnya.

Diketahui, BIN mengatakan ada temuan 41 masjid di lingkungan Kementerian dan BUMN terpapar paham radikalisme. Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto meluruskan, bukan masjid yang radikal melainkan penceramah.

BIN menggolongkan ceramah radikal bermuatan intoleransi, ujaran kebencian, mengkafir-kafirkan, dan melawan ideologi Pancasila. Hasil temuan BIN, dari 41 masjid yang terpapar, sekurangnya ada 50 orang penceramah radikal.

"Penceramah kontennya kita tidak ingin ada intoleransi lah, kemudian ujaran kebencian ujaran takfiri mengkafirkan orang lain dan juga membawa semangat radikal dan juga terkait dengan masalah ideologi Pancasila," jelas Wawan dalam konferensi pers di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (20/11). [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini