Momen Jenderal Polisi Bintang 4 Stres Berdiri di Depan Kiai NU, Akhirnya Berpantun Biar Suasana Cair

Sang jenderal pun meminta maaf jika ada yang salah dalam perkataannya.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Momen Jenderal Polisi Bintang 4 Stres Berdiri di Depan Kiai NU, Akhirnya Berpantun Biar Suasana Cair
Berkaca-kaca Kapolri Listyo Lepas Tiga Jenderal Senior Pensiun (Instagram @kawanlistyo)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku stres di hadapan para kiai Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada Musyawarah Nasional (Munas) dan Konbes Alim Ulama NU.

Awalnya, Sigit ingin agar tidak ada yang bertanya kepada dirinya tekait apa yang harus dibicarakan. Kemudian, dia pun meminta maaf jika ada yang salah dalam perkataannya.

"Jangan tanya saya harus bicara apa. Pokoknya di depan panggung yang penting bicara. Jadi kalau salah-salah mohon maaf. Yang pertama saya ucapkan selamat atas dilaksanakannya musyawarah nasional alim ulama dan konferensi besar NU tahun 2025," kata Sigit dalam sambutannya di Hotel The Sultan, Jakarta, Rabu (5/2).

Jenderal bintang empat pun ingin kegiatan yang digelar oleh NU ini bisa menjadi ajang silaturahmi, sekaligus menghasilkan keputusan-keputusan yang strategis.

"Tentunya harapan kita kegiatan ini betul-betul bisa jadi ajang silaturahmi sekaligus juga menghasilkan keputusan-keputusan strategis, dalam rangka melaksanakan berbagai program dan kebijakan dalam rangka mendukung dan wujudkan Indonesia emas 2045," ujarnya.

Lalu, di sela-sela sambutannya itu Sigit mencoba menyampaikan sebuah pantun. Hal ini dilakukan agar suasana bisa lebih santai.

"Mungkin supaya juga lebih santai dan supaya saya tidak terlalu stres, izinkan saya memberikan pantun sedikit," ucapnya.

"Melihat bulan hingga terkesima, membuat hati riang gembira. Selamat ulang tahun Nahdlatul Ulama, bersatu wujudkan Indonesia sejahtera," tambahnya.

Setelah membaca pantun, mantan Kabareskrim Polri ini kemudian mengaku stres. Apalagi dihadapkan dengan para tokoh-tokoh penting NU.

"Nuwunsewu, Gus. Asli saya stres ini, karena ini kami berhadapan dengan tokoh-tokoh penting di NU. Jadi ya tentunya setiap apa yang saya ucapkan potensi keselonya tinggi. Mohon maaf pak Kiai," pungkasnya.

Rekomendasi