Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Misteri dibongkarnya makam Hendra Capung di Ciputat

Misteri dibongkarnya makam Hendra Capung di Ciputat Hendra Capung. ©2017 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Makam Hendra Capung di Taman Pemakaman Umum Ciputat, Kota Tangerang Selatan, dibongkar orang tak dikenal Jumat (29/12) dini hari. Baru saja sehari dia dikebumikan. Pelakunya masih misterius.

Polisi langsung melakukan penyelidikan. Muncul dugaan jika pelaku mengambil tali pocong dari jasad Hendra. Anak Hendra pun sudah dimintai keterangan.

Ajeng (23), anak mendiang Hendra tak mengetahui banyak mengenai sosok sang ayah setelah bercerai dengan ibunya. Ajeng kini tinggal bersama sang ibu.

"Saya enggak tahu, tadi diberitahu mama kalau kuburan ayah ada yang bongkar dan diminta memberikan keterangan ke polisi," katanya, Jumat (29/12).

Ajeng mengaku ditanyai seputar tali pocong sang Ayah. Namun dirinya enggan mengomentari banyak mengenai hal itu. "Ya ada pertanyaan soal itu, sudah ya," tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander belum dapat memberikan keterangan lebih jauh mengenai hal tersebut. Dia mengaku timnya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Soal dugaan tali pocong hilang polisi akan melakukan klarifikasi ke pengurus pemakaman. "Masih kita klarifikasi ke pihak yang mengurusi masalah pemakaman," imbuhnya.

Rahmat, warga RT 01/03 Kelurahan Ciputat, Kota Tangerang Selatan mengungkapkan Hendra dikenal sebagai penjaga makam. "Dia setiap hari di makam, jaga parkiran, sama bersih-bersih musala makam," ujarnya.

Dijelaskan Rahmat(45), Hendra tak memiliki pekerjaan tetap. Namun warga setempat mengenalnya sebagai sosok yang ulet. Jenazah Hendra masih utuh meski makamnya dibongkar.

"Sejak makam dirapikan dia sering di situ, tapi kalau ada yang ajak kerja dia mau juga. Apa saja dia kerjakan, kalau disuruh-suruh mau saja," kata dia.

Rahmat mengaku mengenal sosok Hendra sejak masa kanak-kanak dulu. Dia pun kerap meminta tolong untuk dipijat Hendra saat badannya pegal-pegal sepulang kerja.

"Pokoknya kalau lepas magrib dia keliling, biasanya ada saja yang minta tolong pijit, lumayan enak juga pijatannya," ungkap Rahmat.

Siti Rahmah (50), warga Ciputat lainnya mengaku mengenal Hendra sebagai orang yang ringan tangan. "Orangnya perhatian juga, kalau saya sehabis dari pasar bawaan belanjaan banyak kadang suka bantu angkat," tuturnya.

Diterangkan dia, Hendra sudah beberapa tahun ini sering berada di makam. Meski pernah juga dia berkeluarga dan ditinggal pergi istri. "Sempat punya keluarga. Punya anak satu, tapi anaknya seperti enggak mau mengakui Hendra," ungkapnya.

Warga lain Dedy mengatakan Hendra sempat ikut berjualan dengan Bang Udin. Belakangan, lanjutnya, Hendra setiap harinya menginap di musala makam.

"Iya dia kalau pagi itu bersih-bersih musala, halaman makam, jaga parkiran makam juga. Orangnya sih rajin," kata Dedy yang mengaku kerap diurut Hendra Capung.

Dia pun tak mengetahui pasti ihwal kematian Hendra. Berdasarkan informasi yang didapat, Hendra meninggal lantaran sakit.

"Katanya karena sakit perut. Perutnya kembung begitu atau maag akut. Memang dia bilang ada maag, makanya kalau ke rumah selalu makan di tempat saya. Orangnya sih enggak terlihat sakit, tapi memang awaknya kurus," tandasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP