Misa Natal di Masa Pandemi, Separuh Jemaat Gereja di Palembang Dikurangi
Merdeka.com - Imbauan pemerintah kota dan Polrestabes Palembang untuk menggelar Misa Natal di masa pandemi Covid-19 dengan mengedepankan protokol kesehatan, disambut baik pihak gereja. Pengurangan jemaat dilakukan agar tidak terjadi kerumunan.
Ketua Majelis Jemaat Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Palembang Agustina Laheba mengungkapkan, tahun ini pihaknya hanya mematok tak lebih dari 110 jemaat pada Misal Natal nanti. Dengan rincian 80 orang di dalam gereja dan 30 jemaah di pelataran.
"Pada tahun-tahun sebelumnya paling tidak ada 300 jemaat yang hadir saat Misa Natal. Tapi tahun kami kurangi lebih dari separuhnya, hanya ada 110 jemaat yang bisa hadir," ungkap Agustina, Senin (21/12).
Ketika kuota sudah penuh, maka jemaat harus meninggalkan gereja. Namun mereka bisa tetap mengikuti Misa Natal melalui daring yang disiapkan panitia.
"Prosesi peribadatan bisa diikuti secara online, jangan dipaksakan datang ke gereja jika sudah penuh," ujarnya
Selain pengurangan jumlah jemaat, penerapan protokol kesehatan menjadi wajib dilakukan di gereja tertua di Palembang itu. Pengelola telah membentuk tim khusus yang bertugas menjaga proses peribadatan tetap berdasarkan petunjuk pemerintah.
"Tim khusus sudah kami bentuk, mereka tugas di dalam maupun di luar gereja. Kami tak ingin ada jemaat yang melanggar sehingga peribadatan berlangsung tertib dan lancar," kata dia.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengurus gereja di Palembang untuk melakukan sterilisasi tempat sehingga tidak membuat penyebaran virus corona. Dirinya menegaskan pengelola gereja dan panitia Misa Natal 2020 harus mengoptimalkan penerapan protokol kesehatan bagi seluruh jemaatnya.
"Sebelum Natal, situasi di Palembang cukup kondusif dan mudah-mudahan tetap aman seusai acara itu dan libur tahun baru nanti," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya