Minta Uang Parkir Motor Rp10.000, Preman di Samarinda Dibekuk Polisi
Merdeka.com - Pria terduga preman parkir, B (42), dibekuk polisi di kawasan Jalan Slamet Riyadi, Samarinda, Kalimantan Timur. Aksi B meresahkan warga karena marah diberi uang parkir Rp2.000 dan malah meminta Rp 10 ribu.
Peristiwa itu terjadi Rabu (16/6) malam dialami pengguna motor yang singgah di depan kawasan Islamic Center Jalan Slamet Riyadi. Begitu mematikan mesin dan menunggu temannya, dia dihampiri pelaku menagih uang parkir.
Saat diberi uang Rp2.000, B marah-marah dan meminta Rp10.000. Pengalaman pengguna motor itu pun diunggah ke media sosial.
"Benar, dapat laporan warga. Kejadiannya depan Islamic. Jadi pelaku marah dikasih Rp2.000. Mintanya Rp10.000," kata Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Bambang Budianto, dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (17/6).
Jelang tengah hari tadi, kepolisian bergegas menyisir kawasan itu. Pria terduga preman itu pun diamankan di depan kawasan yang sama dan mengakui perbuatannya.
"Kami gerak cepat. Ini menjadi atensi Pak Kapolri berantas premanisme. Kami sudah amankan terduga pelakunya. Kami imbau warga (korban) melapor ke Polsek," ujar Bambang.
Untuk diketahui sebagaimana pernah diberitakan merdeka.com, kota Samarinda sendiri di 2016 lalu, pernah viral dijuluki oleh warga sebagai Kota Jukir.
Penyebabnya, para jukir liar pun tidak segan untuk meminta uang parkir pengguna kendaraan meski hanya singgah mengambil uang di mesin ATM. Tidak sedikit juga jukir meminta uang lebih dari tarif parkir yang ditentukan.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya