Meski Tidak Punya Tambang Mineral, Solo Dinilai Layak Jadi Kota Riset Teknologi

Jumat, 9 Desember 2022 08:00 Reporter : Arie Sunaryo
Meski Tidak Punya Tambang Mineral, Solo Dinilai Layak Jadi Kota Riset Teknologi balai kota solo. wikipedia.org/Bennylin

Merdeka.com - Holding BUMN bidang pertambangan, MIND ID, menilai Solo bisa menjadi kota tempat pengembangan research and development (RnD) teknologi bidang pertambangan. Meskipun tidak memiliki banyak sumber daya mineral yang bisa dieksplorasi dan dikelola.

Pernyataan tersebut dikemukakan Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan, saat Focus Group Discussion (FGD) bersama media di Solo, Kamis (8/12) petang.

Menurutnya, research and development teknologi tambang bisa dilakukan di Solo Technopark (STP). MIND ID yang merupakan holding enam perusahaan tambang yakni PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), PT Timah Tbk, tertarik bersinergi dengan Kota Solo khususnya STP untuk menjadikannya sebagai pusat inkubasi bisnis MIND ID.

Menurut Dany, saat berbicara seputar industri tambang nasional maka tidak hanya berbicara soal kewilayahan tetapi ekosistem Indonesia.

"Kota Solo memang tidak punya tambang nikel, bouksit, emas, memang enggak ada. Tapi Solo punya STP yang bisa menjadi pusat inkubasi bisnis kita. STP bisa menjadi pusat RnD teknologi tambang, teknologi zero emisi, green energy, green building, ataupun riset dekarbonisasi bisa pakai di STP," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Dikatakan Dany, STP juga bisa menjadi pusat inkubasi pengembangan bisnis untuk mitra binaan industri tambang termasuk MIND ID.

"UMKM binaan kami itu tidak hanya yang ada di lokasi tambang, tapi juga di seluruh Indonesia. Makanya kita harus berpikir holistik. Solo punya STP yang bisa mengambil peran untuk industri tambang dan itu bisa dimulai dari hal kecil," tandasnya.

Membina UMKM, lanjut Dany, merupakan salah satu bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan yang menjadi fokus MIND ID.

"Grup MIND ID membina ribuan UMKM untuk bisa naik kelas. Mereka berasal dari berbagai sektor, seperti perdagangan sebanyak 3.339 UMKM binaan, jasa sebanyak 879 UMKM binaan, industri 625 mitra binaan, pertanian 881 mitra binaan, peternakan sebanyak 637 mitra, dan perkebunan 209 mitra binaan," bebernya.

"Kami bina mereka agar naik kelas, ukurannya apa? Market share naik, kinerja keuangan membaik, teknologi membaik, termasuk pasar tambah baik," sambungnya.

Ditambahkannya, MIND ID yang baru saja meluncurkan buku 'Membangun Peradaban Kumpulan Kisah Inspiratif tentang Keberlanjutan' menuliskan banyak success story UMKM mitra MIND ID.

"Banyak yang from the big zero menjadi excellent operation, dari kearifan nasional bahkan naik dengan kearifan global," katanya.

Dany menyampaikan, pengembangan UMKM yang dilakukan tidak hanya sekedar bentuk pelatihan, namun juga bantuan pendaaan, dan offtaker, atau menjadikan mereka UMKM menjadi bagian terpenting dari rantai pasok MIND ID.

"Ini bentuk tanggung jawab kita kepada mereka," tutur Dany. [cob]

Baca juga:
Strategi Holding BUMN Tambang Capai Target Pengurangan Emisi Karbon 28 Persen di 2030
Sistem Canggih Diterapkan MIND ID untuk Cegah Korupsi dan Suap di Perusahaan
MIND ID: Pembangunan Smelter di Kalimantan Barat Tetap Berjalan
Erick Thoir Lapor Jokowi: Kinerja MIND ID Meningkat 41 Persen
Mind ID Gelar Lomba Inovasi Hadiah Rp1 Miliar, Begini Cara Daftarnya
Holding BUMN Tambang Buka Lowongan Kerja, Pendaftaran Dibuka Hingga 24 Juni 2022

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini