Menteri PPPA: Perempuan Kekuatan Bangsa dalam Memutus Mata Rantai Covid-19

Sabtu, 16 Januari 2021 06:02 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Menteri PPPA: Perempuan Kekuatan Bangsa dalam Memutus Mata Rantai Covid-19 Vaksinasi Covid-19 di Tangsel. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyatakan, bahwa perempuan merupakan salah satu kekuatan penting bagi bangsa dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini. Menurutnya, saat pandemi kaum perempuan menanggung banyak peran.

Peran yang dimaksud sebagai manajer dalam rumah tangga untuk memastikan keluarga tetap sehat dan terpenuhi kebutuhannya, membantu perekonomian keluarga dan mendampingi anak belajar di rumah. Serta, menjadi garda terdepan tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19 yang mayoritas merupakan perempuan.

"Survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020 menunjukkan bahwa responden perempuan memiliki tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan lebih tinggi dibandingkan responden laki-laki. Dengan begitu, berbagai upaya dan kebijakan berperspektif gender dalam menghadapi Covid-19 sangat dibutuhkan," katanya Puspayoga dalam Dialog Upaya Memutus Mata Rantai Covid-19 dengan tema "Peran Ibu dalam Protokol Kesehatan Keluarga" secara virtual (14/1).

Bintang menyampaikan, bahwa penyebaran Covid-19 di Indonesia masih belum mengalami penurunan. Pada 13 Januari 2021, terdapat 858.043 kasus konfirmasi Covid-19 dengan kasus aktif 129.628. Dari jumlah kasus konfirmasi, sebesar 50,1% merupakan jumlah perempuan positif dan 11,6% merupakan anak-anak. Yang memprihatinkan, sejak September 2020, telah terjadi peningkatan tren kasus positif Covid-19 dalam klaster keluarga.

Dengan hal itu, kata dia, pada 24 September 2020, Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada Kementerian PPPA untuk melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 pada klaster keluarga dengan melibatkan perempuan.

Dengan kekuatan perempuan itu, lanjut dia, pemutusan mata rantai penularan corona dapat menyasar hingga lapisan masyarakat terkecil, yaitu keluarga serta lingkungan sekitarnya.

"Di sinilah pentingnya tugas pemerintah, akademisi, dunia usaha dan profesi, media massa, serta masyarakat untuk mendukung peran perempuan di rumah sebagai agen kesehatan keluarga. Di antaranya melalui pemberian akses informasi yang benar, komprehensif, dan mudah dipahami, maupun dipraktikkan," tegasnya.

Bintang menambahkan, sebagai langkah awal dalam menjalankan arahan tersebut Kemen PPPA telah mempublikasikan protokol kesehatan keluarga yang dapat diakses pada berbagai kanal media sosial Kemen PPPA. Adapun, protokol kesehatan keluarga ini mengatur berbagai hal.

"Yaitu protokol perlindungan kesehatan anggota keluarga, protokol kesehatan ketika ada anggota keluarga yang terpapar, protokol kesehatan keluarga ketika beraktivitas di luar rumah, dan protokol kesehatan untuk lingkungan sekitar ketika ada warga yang terpapar," ungkapnya.

Kemen PPPA, kata dia, juga terus berupaya menyosialisasikan protokol kesehatan keluarga secara luas ke seluruh masyarakat dengan melibatkan berbagai mitra jejaring seperti lembaga masyarakat, forum anak, perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM), pusat pembelajaran keluarga (PUSPAGA), organisasi perempuan seperti KOWANI, PT PKK, dan lainnya.

"Protokol Kesehatan Keluarga tersebut memperlihatkan pentingnya peran keluarga sebagai bagian dari lingkungan. Dari keluarga yang sehat, tercipta pula lingkungan yang sehat, menuju Indonesia sehat," terangnya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini