Menteri Agama imbau warga syiar takbir di masjid daripada di jalan
Merdeka.com - Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1438 Hijriah jatuh pada Minggu (25/6) besok. Takbir telah berkumandang di penjuru tanah air, untuk itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau agar masyarakat tidak melakukan takbir keliling hal ini dilakukan demi menjaga suasana yang damai.
"Takbiran itu adalah sesuatu tradisi yang sangat baik karena itu tradisi yang sudah puluhan tahun ada di budaya kita sebagai ungkapan kegembiraan bahwa kita telah menyelesaikan ramadhan dana menjumpai Idul Fitri," kata Lukman di Kantornya, Jakarta, Sabtu (24/6).
"Karenanya takbiran adalah sesuatu yang baik yang harus kita jaga dan kita pelihara dalam melakukan takbiran tentu kita harus menjaga kekhitmatan dari takbiran itu sendiri," sambungnya.
Untuk itu dirinya mengimbau agar gema takbir diperdengarkan di Masjid atau Musala demi menjaga ketertiban umum.
"Marilah kita melakukan takbiran di Masjid, musala, di lapangan-lapangan di tempat-tempat yang tidak terlalu mengganggu ketertiban umum, kenyamanan masyarakat secara keseluruhan," terangnya.
Sebelumnya Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1438 Hijriah jatuh pada Minggu (25/6) besok. Keputusan itu diambil setelah tim rukyah berhasil memantau hilal di sejumlah titik di wilayah Indonesia.
"Malam ini sudah masuk 1 Syawal 1438 Hijriah, jadi besok pagi akan melaksanakan salat idul fitri," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat sidang Isbat di Kementerian Agama, Sabtu (24/6).
Lukman mengatakan Indonesia menggunakan dua metode untuk memutuskan hilal, antara lain hisab dan rukyah.
"Posisi hilal berdasarkan hisab berada 3,88 derajat, elongasi 5,06 derajat, umur bulan 8 jam 5 menit 24 detik. Untuk rukyah, ada 6 petugas Kemenag yang sudah disumpah bahwa mereka telah melihat bulan baru yaitu HM Moa (50), H Abdullah (60), Umaryadi (36), Rahmat (30), H Inwanuddin (40), H Ahmad Azhar (52)," jelas dia. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya