Menristek berjanji ke ibu korban usut kasus Diksar Mapala UII
Merdeka.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir menyempatkan diri mengunjungi rumah Syait Asyam, korban meninggal dunia saat mengikuti diksar mapala UII, di Jetis RT 03/ RW 03, Caturharjo, Sleman, DIY, Kamis (26/1). M Nasir ditemui langsung oleh ibunda Asyam, Sri Handayani.
Saat menemui M Nasir, Sri sempat menceritakan prestasi yang pernah diraih oleh anaknya. Berbagai piagam dan medali penghargaan yang didapatkan oleh Asyam juga diperlihatkan kepada Menristekdikti.
Dua medali emas bidang Kimia dalam ajang International Science Project Olympiad (ISPrO) dan Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) pada 2014 di Jakarta pernah dimenangkan oleh Asyam. Bahkan tak tanggung-tanggung, Asyam juga meraih emas bidang kimia di ajang International Environment Sustainability Project Olympiad (INESPO) di Belanda 2014 silam.
"Anak saya pernah diundang ke Istana Negara pada tanggal 17 Agustus lalu. Karena prestasinya diundang ke Istana bertemu bapak Jokowi, Menteri Pendidikannya waktu itu masih pak Anies," cerita Sri.
Dalam kunjungannya ke rumah Asyam, M Nasir mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga Asyam. Dia juga berjanji akan menuntaskan kasus kematian tiga mahasiswa yang mengikuti diksar mapala UII.
"Negara dalam hal ini akan kami akan memproses kekerasan yang ada di kampus. Tidak boleh lagi ada kekerasan. Saya sudah sampaikan itu. Bahkan sampai ke manajemennya nanti akan kami ambil tindakan. Tadi dari Rektor sudah mengundurkan diri. Tetapi tanggung jawab harus tetep jalan. Proses hukum harus tetap jalan. Harus diselesaikan sampai akar-akarnya jangan sampai hanya sampai disini," tutur M Nasir.
Setelah sekitar 15 menit berada di rumah duka, Menristekdikti dan rombongan pamit. Namun sebelumnya Menristekdikti dan rombongan sempat berdoa bersama untuk almarhum Asyam.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya