Menpora Lantik Pengurus Kesatuan Mahasiswa Hindu Indonesia

Sabtu, 10 November 2018 00:36 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Menpora Lantik Pengurus Kesatuan Mahasiswa Hindu Indonesia Menpora Imam Nahrawi. ©2018 Merdeka.com/Dian Ade Permana

Merdeka.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi melantik Pengurus Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) periode 2018-2020. Pelantikan digelar di Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Imam berharap KMHDI kedepan semakin solid dan terus melakukan kaderirasi. Apalagi tantangan kedepan semakin berat.

"Selamat dilantik, betapa harmonisasi di KMHDI menjadi cerminan proses konsolidasi yang baik dan benar. Selamat, selamat juga atas rakernas dan dibuka malam ini," kata Imam dalam sambutannya di Wisma Kemenpora, Jakarta, Kamis (8/11) malam.

Imam menambahkan, dalam Rakernas KMHDI banyak hal yang harus dibicarakan untuk kepentingan bangsa. Sebab, pemuda mempunyai peran yang strategis, tidak hanya sebagai objek pembangunan tetapi juga menjadi pelaku utama pembangunan bangsa.

"Saya akan terus buka diri, pemerintah, momentum apapun kita jaga, perbedaan wajat, tetapi kita tetap jaga persatuan. Selamat berjuang. Jadikan medsos ruang bagi ide mahasiwa kembali ke khittahnya sebagai agen perubahan," ujar Imam.

Terkait momentum tahun politik, Imam yakin para pemuda bisa memilih calon pemimpin yang baik dan mengedepankan kepentingan bangsa.

"Saya yakin pilihan mereka sama dengan saya. Namun apapun pilihannya kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan," kata Imam.

Sementara itu, Ketua Presidium PP KMHDI 2018-2020, I Kadek Andre Nuaba mengatakan, periode kepengurusannya akan fokus pada optimalisasi, implementasi sistem kaderisasi karena penguatan kader melalui Pendidikan adalah domain utama organisasi KMHDI.

Andre yang baru terpilih pada pemilihan Presidium KMHDI X di Yogyakarta, Agustus lalu juga menyampaikan tentang pentingnya keterlibatan organisasi mahasiswa, khususnya KMHDI sebagai wadah dan alat pendidikan mahasiswa Hindu Indonesia dalam menghadapi situasi nasional dan luar negeri yang penuh ketidakpastian. Ketidakpastian ini hanya bisa disiasati dengan kaderisasi yang dijalankan dengan konsisten dan sistematis.

"Sistem pendidikan kaderisasi yang dimiliki KMHDI diharapkan mampu membentuk kader menjadipara ksatria yang siap menyambut setiap perubahan yang terjadi. Dalam strategi perang apapun, klasik maupunkotemporer, hanya ksatria terdidik dan terlatih yang akanmampu menghadapi jenis pertempuran apapun," jelas Andre.

Dia juga mengingatkan seluruh pengurus Pimpinan Pusat KMHDI periode 2018-2020 untuk tetap konsisten dan memberikan karya terbaiknya untuk bangsa dan negara.

"Tugas kita lumayan berat, karena musuh yang kita hadapi saat ini tidak terlihat dan menghadapi iklim sosial yang penuh ketidakpastian. Kita juga mendapat tantangan akan pengabaian pemuda di masa depankarena kemajuan teknologi dan terciptanya kecerdasan buatan," terangnya.

"Untuk itu, kepada seluruh pengurus pimpinan pusat saya harapkita semua dapat merumuskan formula program kerja yang tepat sehingga mampu memimpin pemuda Indonesia untukmerebut kemenangan dalam medan pertempuran global," tandasnya. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini