Menpora Imam nyinyir soal PON Jabar: Jangan curang di tanah legenda
Merdeka.com - Lontaran pedas disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Melalui media sosial, Imam nyinyir atau mencibir agar Jawa Barat selaku tuan rumah diselenggarakannya PON XIX untuk tidak berlaku curang.
Dalam akun twitternya @imam_nahrawi Selasa (20/9) siang kemarin, mengatakan #PON2016 punya tagline bagus ; Berjaya di Tanah Legenda. Kejarlah kejayaan dengan jalan yang benar. Jangan 'Curang di Tanah Legenda'.
Cuitan itu sebelum pada akhirnya dihapus akun tersebut setelah mendapatkan kritikan dari netizen. Banyak yang menyayangkan sekelas menteri justru melontarkan hal yang tidak semestinya dilakukan.
Imam pun beberapa saat kemudian yang diserang netizen mencoba menjawab beberapa cuitan yang sudah kadung diposting. Salah satunya Menpora menjawab cuitan @gnsajida dengan: Terima kasih, Dik. Saya tidak menuding siapapun. Ini himbauan agar kita semua menjunjung sportivitas di #PON2016
"Terima kasih. Tidak ada maksud untuk menjelekkan tuan rumah or kontingen manapun. Ayo kita dorong semua untuk menjaga spirit olahraga itu sendiri," kata Imam melalui akun @imam_nahrawi.
Anggota Komisi X DPR RI yang membidangi olahraga, Otje Popong Djundjunan (Ceu Popong) juga langsung bereaksi. Dia menyayangkan cuitan Imam tersebut. Dia menilai, kalimat tersebut tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat sekelas menteri.
"Makanya kalau jadi seorang figur, sebaiknya tidak sembarangan bicara," kata Ceu Popong usai menghadiri rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Panitia Besar (PB) PON 2016 Jabar, di Hotel Trans Luxury, Bandung, Rabu (21/9).
Bahkan Ceu Popong akan membawa cuitan itu dalam rapat kerja. Sebab cuitan itu dinilai melukai warga Jabar selaku tuan rumah.
"Nanti, kalau memang itu serius, kemudian dengan data dan fakta yang ada, pasti tentu kan diangkat nanti dalam raker. Pasti itu. Tapi sekarang belum ada apa-apa," ujarnya.
Dia juga meminta semua pihak agar berpikir positif dalam menyikapi berbagai persoalan pada PON saat ini.
"Kita harus berangkat dari positif thinking. Jangan apriori. Sama dengan di bidang hukum, azas praduga tak bersalah. Walaupun mungkin salah, tapi kan harus ada proses sendiri," katanya.
Oleh karena itu dia meminta Imam harusnya merangkul PB PON jika seandainya menemukan berbagai persoalan seputar PON 2016.
"Kalaupun toh sudah punya fakta (kecurangan), seharusnya bicara resmi, dipanggil PB PON-nya. Sekarang itu ada fenomena, pada umumnya sok hayang geura ngomong di media. Apakah itu televisi, koran, kan ada fenomena begitu," tandasnya. (mdk/sho)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya