Menparekraf Wishnutama: Anggaran Rp72 M Bukan Untuk Influencer Saja

Rabu, 26 Februari 2020 17:14 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Menparekraf Wishnutama: Anggaran Rp72 M Bukan Untuk Influencer Saja Wisnutama. ©2019 Merdeka.com/Instagram Kemenpar

Merdeka.com - Strategi pemerintah untuk mengantisipasi melemahnya industri pariwisata akibat menyebarnya virus corona menuai pro dan kontra. Salah satunya memberikan insentif termasuk menyediakan anggaran sebesar Rp72 miliar untuk influencer.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio meluruskan dana tersebut bukan hanya untuk influencer dan pihak promosi lain.

"Itu Rp72 miliar itu bukan influencer saja. Ada banyak komponennya. Salah satunya influencer. Banyak komponen promosi. Bukan hanya untuk itu? Bukan," kata Wishnutama di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).

Dia juga menjelaskan biaya tersebut digunakan untuk para influencer luar negeri. Seperti influencer dari Amerika, Eropa, Australia hingga India.

"Enggak. Ada Eropa, ada Australia, ada middle east, India. Masa orang Amerika promosiin buat India, kan beda lagi kan. Jadi memang seperti itu," lanjutnya.

Anggaran tersebut kata Wisnu digunakan untuk kepentingan promosi. Mulai dari trip, destinasi wisata. Kemudian saat ini, pihaknya sedang mencari kriteria influencer yang mendapatkan anggaran.

"Kan ini baru disetujui. Jadi kita cari. Misalnya si A, engagement-nya berapa, viewers nya berapa di YouTube atau Instagram. Nah dari gitu gitu lah yang akan kita lihat. Yang paling bagus, akan kita approach," ungkap Wisnu.

Masih Tunggu Budget Dari Kemenkeu

Wisnu juga menjelaskan penerapan tersebut akan dilakukan pada Maret, setelah anggaran turun dari Kementerian Keuangan. Setelah itu pihaknya akan memberikan planning influencer.

"Budget ini yang Rp72 miliar, termasuk travel agent, kerja sama dengan travel agent, joint promotion, travel operator juga masuk di situ. Jadi ini besar. Dan kita mesti tau wilayah promosi kita ini besar sekali. Bukan cuma Indonesia aja. Dan dalam waktu secepatnya, untuk mengambil perhatian market dunia," ungkap Wisnu.

Sebelumnya Pemerintah Jokowi meluncurkan sejumlah strategi untuk mengatasi dampak menyebarnya virus corona, terutama untuk mengantisipasi melemahnya industri pariwisata dan membuat stimulus agar daya beli masyarakat dapat bertahan. Pemerintah meluncurkan beberapa insentif, termasuk menyediakan anggaran untuk influencer.

"Ada anggaran promosi (pariwisata) Rp103 miliar dan juga untuk kegiatan turisme sebesar Rp25 miliar dan 'influencer' sebanyak Rp72 miliar," ungkap Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Selasa (25/2).

Insentif lainnya yaitu untuk wisatawan mancanegara dengan alokasi tambahan sebesar Rp298,5 miliar yang terdiri dari alokasi untuk maskapai dan dan agen perjalanan diberikan diskon khusus ataupun semacam insentif totalnya Rp98,5 miliar.

Insentif lainnya yaitu pengurangan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) sebesar 20 persen selama 3 bulan pada 10 destinasi yang nilainya sekitar Rp265,6 miliar.

Keenam, Pertamina memberikan insentif berupa diskon avtur di bandara yang ada di 9 destinasi wisata, dengan total diskon ini nilainya senilai Rp265,5 miliar selama 3 bulan.

Selanjutnya realokasi dana anggaran khusus (DAK) untuk 10 destinasi wisata senilai Rp147,7 miliar yang saat ini sudah ada rencana penggunaan di Rp50,79 miliar sehingga ada Rp96,8 miliar yang bisa dialokasikan dan sifatnya diubah menjadi hibah pemerintah untuk 10 destinasi wisata.

"Terakhir, pemerintah mendorong adanya insentif sesuai dengan usulan asosiasi bahwa untuk pajak hotel dan restoran, di 10 destinasi wisata tarifnya dinolkan. Nah untuk itu, pemerintah akan mensubsidi atau memberikan hibah kepada pemerintah daerah yang terdampak akibat penurunan tarif pajak hotel dan restoran di daerah, besarnya sebanyak Rp3,3 triliun," ungkap Airlangga. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini