Menkum HAM: Penangkapan Djoko Tjandra Harus Diikuti Peradilan yang Transparan

Jumat, 31 Juli 2020 12:46 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Menkum HAM: Penangkapan Djoko Tjandra Harus Diikuti Peradilan yang Transparan Potret Djoko Tjandra Ditangkap Polisi. Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly mengatakan penangkapan buronan hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra jadi bukti negara tidak bisa dipermainkan siapa pun. Dia juga berharap penangkapan tersebut jadi momentum untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya penegakan hukum di Indonesia.

"Penangkapan tersebut setidaknya telah mengakhiri rumor atau teka-teki tentang keberadaan Djoko Tjandra. Hal ini juga menjadi pernyataan sikap yang tegas bahwa negara pada akhirnya tidak bisa dipermainkan oleh siapa pun yang mencoba-coba bersiasat mengangkangi hukum di negara ini," kata Yasonna dalam keterangan persnya, Jumat (31/7).

Yasonna mengatakan keberhasilan penangkapan tersebut juga harus diikuti dengan pradilan yang transparan. Sehingga kasus bisa diselesaikan secara tuntas.

"Keberhasilan penangkapan ini harus diikuti dengan proses peradilan yang transparan hingga bisa menguak kasus tersebut secara terang benderang," ungkap Yasonna.

Dia juga menjelaskan kasus Djoko Tjandra jadi pelajaran untuk setiap penegak hukum di Indonesia. Terlebih ada beberapa oknum dari pihak kepolisian yang menerbitkan surat jalan untuk Djoko.

"Semoga ini menjadi pelajaran agar jangan lagi ada oknum di lembaga penegak hukum di Indonesia yang merasa bisa bermain-main karena negara tidak akan berkompromi soal ini," ucapnya.

Yasonna secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Bareskrim Polri atas keberhasilan menangkap buronan yang kabur sejak 2009 tersebut. "Apresiasi tinggi tentu harus diberikan kepada jajaran Bareskrim Mabes Polri, terlebih karena proses penangkapan ini dimudahkan lewat pendekatan P2P (police to police)," tutur Yasonna.

Djoko Tjandra ditangkap di Malaysia dan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis (30/7). Penangkapan dilakukan tim khusus bentukan Kapolri yang dipimpin Kabareskrim Komjem Listyo Sigit Prabowo dan bekerja sama dengan Polis Diraja Malaysia. Kerja sama model P2P dilakukan setelah Djoko Tjandra terdeteksi berada di Negeri Jiran tersebut. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini