Menko PMK Perintahkan Menkes Antisipasi Wabah Cacar Monyet

Selasa, 26 Juli 2022 17:21 Reporter : Ihwan Fajar
Menko PMK Perintahkan Menkes Antisipasi Wabah Cacar Monyet Menko PMK: Mudik Lebaran 2022 Test Case Hadapi Endemi. ©2022 Merdeka.com/Moh. Kadafi

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Muhadjir Effendi menegaskan Indonesia lebih siap mengantisipasi terkait mewabahnya penyakit cacar monyet. World Health Organization (WHO) menetapkan penyakit cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Muhadjir mengatakan penanganan antisipasi penyakit cacar monyet merupakan domain Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Meski demikian, dia yang mengkoordinatori bidang kesehatan telah meminta kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk mengantisipasi.

"Saya sudah meminta kepada Pak Menkes disiapkan sebaik mungkin, jangan sampai kasus cacar monyet yang sekarang juga sudah mewabah di beberapa negara terjadi di Indonesia. Itu yang harus diantisipasi," kata kepada wartawan usai menghadiri aksi tanam 5.000 pohon di Universitas Hasanuddin Makassar, Selasa (26/7).

Muhadjir mengatakan Indonesia lebih siap mengantisipasi masuknya penyakit cacar monyet. Apalagi penyakit ini sudah diketahui karakteristiknya.

"Penyakit ini kan berbeda dengan Covid yang waktu itu dunia belum mengetahui seperti apa dan bagaimana. Insya Allah kita lebih siap mengantisipasi cacar monyet," tegasnya.

Meski demikian, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini tetap meminta Menkes dan masyarakat untuk waspada. Dia menegaskan pemerintah akan meningkatkan pengawasan khususnya di pintu masuk internasional.

"Menurut saya yang paling penting adalah pengawasan terhadap mereka yang berperilaku sangat sensitif atau berdekatan dengan cacar monyet ini. Kita akan memberikan pengawasan, bimbingan terkait penyakit ini, termasuk informasi kepada semua orang untuk waspada," tegasnya.

Untuk ketersediaan obat, Muhadjir menyebutkan masih kondisi aman. Dia kembali menegaskan penyakit cacar monyet bukan merupakan penyakit yang baru.

"Tadi saya sudah bilang, penyakit ini bukan yang tidak teridentifikasi. Jadi sudah sangat dikenal dan obat-obatan Kemenkes sudah (siap)," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan dunia pada Sabtu. Ini merupakan tingkat kewaspadaan tertinggi dari sebuah wabah yang ditetapkan WHO.

Status cacar monyet sebagai 'darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC)' ditetapkan untuk mendorong respons internasional yang terkoordinasi, dan pendanaan untuk kolaborasi dalam berbagi vaksin dan pengobatan.

Anggota komite ahli yang menggelar rapat pada Kamis membahas potensi rekomendasi ini terpecah dalam pengambilan keputusan. Sembilan anggota menolak penetapan ini dan enam setuju dan mendorong Dirjen WHO untuk memecahkan kebuntuan tersebut.

Tahun ini ada lebih dari 16.000 kasus cacar monyet di lebih dari 75 negara, dan lima kematian di Afrika.

Para pakar kesehatan menyambut baik keputusan WHO ini, di mana selama ini status PHEIC ditetapkan untuk pandemi virus corona dan polio. [cob]

Baca juga:
Menkes: Hasil Pemeriksaan Sembilan Suspek Cacar Monyet Negatif
Mengenali Gejala dan Bagaimana Penyebaran Cacar Monyet
Menkes Budi: Vaksin Cacar Efektif Lindungi dari Risiko Cacar Monyet
AS Yakin Bisa Hentikan Penyebaran Cacar Monyet
Jepang Laporkan Kasus Pertama Cacar Monyet
AS Laporkan Dua Kasus Cacar Monyet Pertama pada Anak-Anak
Bahaya Cacar Monyet yang Harus Diwaspadai, Kenali Gejala dan Cara Penularannya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini