Menko PMK: Jika Jadi Endemi, Penanganan Covid-19 Seperti Penyakit Biasa Gunakan BPJS

Minggu, 22 Mei 2022 13:45 Reporter : Merdeka
Menko PMK: Jika Jadi Endemi, Penanganan Covid-19 Seperti Penyakit Biasa Gunakan BPJS Tim medis di RS Persahabatan. ©REUTERS/Willy Kurniawan

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan jika pandemi Covid-19 berangsur menjadi endemi, maka penanganan penyakit itu seperti menangani penyakit biasa.

"Yang namanya endemi itu penyakitnya masih ada, tapi sudah tidak lagi mewabah, sehingga akan diperlakukan seperti penyakit infeksius lain. Pokoknya penyakit yang berkaitan dengan bakteri, virus, dan jamur yang biasa menjadi infeksi," ujar Muhadjir Effendy di Malang, Jawa Timur. Dilansir Antara, Minggu (22/5).

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut menuturkan, melandainya kasus harian Covid-19 membuat Indonesia bersiap di masa transisi. Dari pandemi menjadi endemi.

Muhadjir menuturkan, angka kasus aktif, positivity rate, tingkat okupansi rumah sakit, dan angka kematian Covid-19 saat ini bukan tertinggi dari penyakit yang lain.

Berdasarkan survei internal yang dilakukan Kemenko PMK di 18 rumah sakit di DKI Jakarta pada Februari 2022, disebutkan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia telah turun di peringkat ke-14.

2 dari 2 halaman

Pengobatan BPJS

Dia melanjutkan, angka Covid-19 sudah di bawah dari penyakit-penyakit yang lain. Seperti paling tinggi kematian itu kanker, disusul pneumonia, peneumonia nonspesifik, dan ginjal.

Dengan demikian, kondisi ini mengindikasikan Covid-19 sudah bukan lagi penyakit yang menyumbangkan angka kesakitan dan kematian tinggi.

Skema pembiayaan dan pengobatan pasien Covid-19 nantinya akan mengalami perubahan. Selama ini ditanggung pemerintah, akan dialihkan ke BPJS Kesehatan. Pengobatan Covid-19 dengan BPJS dilakukan sesuai golongan keanggotaan.

"Kalau nanti sudah dinyatakan endemi otomatis menjadi penyakit infeksius biasa. Karena penyakit infeksius biasa, penanganannya juga biasa, termasuk pembiayaannya akan dialihkan yang selama ini disubsidi oleh pemerintah, nanti akan dialihkan ke BPJS," ujarnya. [noe]

Baca juga:
Mengenang Achmad Yurianto, Dokter Militer yang Jadi Jubir Pertama Penanganan Covid-19
Eks Jubir Covid-19 Achmad Yurianto Meninggal Dunia
Update Covid-19 21 Mei 2022: Kasus Positif Bertambah 263 Orang
Ini Upaya Tekan Kasus Aktif saat Pelonggaran Aturan Covid-19 Diterapkan
Pria di Jepang Habiskan Uang Bantuan Covid untuk Seluruh Penduduk Kota di Meja Judi
Korea Utara Sarankan Warganya Berkumur Air Garam untuk Obati Covid-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini