Menkes soal metode 'cuci otak' oleh Dokter Terawan: Harus dibuktikan dalam penelitian

Kamis, 5 April 2018 14:53 Reporter : Sania Mashabi
Menkes soal metode 'cuci otak' oleh Dokter Terawan: Harus dibuktikan dalam penelitian Nila Moeloek. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Polemik antara Dokter Terawan Agus Putranto dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) masih terus berlanjut. Dokter Terawan dinilai melanggar kode etik karena menggunakan metode 'cuci otak' dengan alat Digital Substraction Angiography (DSA) untuk menyembuhkan penyakit stroke.

Terkait metode DSA yang dipakai Dokter Terawan, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita Farid Moeloek, mengatakan memang ada baiknya dikaji lebih lanjut menggunakan metodologi penelitian. Sebab hal itu akan berkaitan dengan nyawa manusia.

"Nanti kita lihat dulu. Memang inovasi banyak tetapi betul tadi dikatakan harus terbuktikan dalam metodologi penelitian. Kita menyangkut tentunya hal yang menyangkut kepentingan manusia," kata Nila di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/4).

Nila tidak mengetahui persis mengenai metode dengan DSA. Dia berdalih DSA bukan bidang yang ia tekuni.

"Saya kebetulan bukan profesi yang, jadi kan saya enggak tahu lebih dalam dong. Saya ahli mata hubungannya sama DSA kasian banget dong. Tanya sama profesinya, mungkin juga sudah atau belum nanti saya salah," ungkapnya.

Diketahui, Dokter Terawan adalah dokter spesialis yang menggunakan metode 'cuci otak' untuk merawat pasien stroke. Sudah ribuan orang disembuhkan dengan metode ini. Sanksi dari IDI pun menuai banyak dari orang-orang yang pernah menggunakan dokter berpangkat mayor jenderal ini. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini