Menjajal kenyamanan sleeper bus pertama di Indonesia

Selasa, 6 September 2016 13:38 Reporter : Chandra Iswinarno
Menjajal kenyamanan sleeper bus pertama di Indonesia Sleeper bus. ©2016 merdeka.com/chandra iswinarno

Merdeka.com - Jika banyak orang beranggapan angkutan bus tidak nyaman untuk perjalanan jauh, nampaknya hal itu harus disingkirkan dari pikiran, setelah melihat bus yang satu ini. Bus berpenumpang 20 orang ini diklaim menjadi yang pertama dalam sejarah sleeper bus di Indonesia.

Tidak ada bangku tegak atau reclining set layaknya bus pada umumnya, karena di bus yang menggunakan mesin Hino R 260 karoseri Adiputro ini hanya akan ditemui deretan tempat tidur berukuran panjang 190 centimeter dengan lebar 90 centimeter tersebut berjajar di atas dan bawah.

Meski bukan termasuk bus double decker atau bus tingkat, dua armada bus sleeper yang dibuat PO Brilian ini menyajikan berbagai fasilitas. Selain kasur, bantal, selimut yang berada dalam service-nya, penumpang juga dimanjakan adanya televisi 14 inchi di masing-masing bed, wifi, makan malam hingga sendal bus.

Menurut kepala bagian operasional PO Brilian, Rizki Burhan Prabowo, bus ini banyak diminati penumpang yang berada di trayek Jakarta-Purwokerto-Wonosobo.

"Biasanya, kalau kehabisan tiket kereta api, calon penumpang langsung mengontak kami untuk memesan tiket. Seperti pada libur lebaran kemarin, memang banyak yang mudik menggunakan kereta api, tetapi ketika pulang banyak yang mencoba sleeper bus ini," katanya, Selasa (6/9).

Armada bus yang beroperasi mulai 1 Juli 2016 tersebut, diakui Rizki, kali pertama kemunculan mendapat cibiran. Persoalan bangku yang menjadi kasur, menjadi penyebabnya.

"Awalnya banyak yang mencibir, karena banyak yang beranggapan sleeper bus ini bisa disalahgunakan untuk sesuatu yang negatif. Tetapi setelah mereka mencoba, cibiran tersebut tidak terbukti," ujarnya.

Rizki menjelaskan, aturan yang tidak bisa ditawar dalam perjalanan bus tersebut menjadi kuncinya. Selama perjalanan, lanjut Rizki, diterapkan aturan agar penumpang harus berada di tempatnya masing-masing. Mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, pramugara harus mengawasi kabin penumpang setiap setengah jam sekali.

"Walau suami-istri, kalau beli harus dua tiket. Jika ketahuan beli dua tiket, tetapi salah satunya pindah ke bed yang sama, kami akan turunkan penumpang tersebut di tengah jalan," jelasnya.

Dia melanjutkan, untuk satu tiket perjalanan dari Purwokerto menuju Jakarta atau sebaliknya, calon penumpang dikenakan tarif Rp 210 ribu. Sedangkan, jika dari Wonosobo dikenakan tarif Rp 240 ribu. "Tetapi, untuk yang membawa keluarga dengan anak di bawah usia lima tahun, tidak dikenakan biaya tiket," ucapnya.

Lebih jauh, dia mengemukakan untuk waktu tempuh, sebenarnya tergantung kondisi jalan. Jika lancar, perjalanan dari Purwokerto menuju Jakarta bisa lima sampai enam jam, melalui tol Cipali. "Untuk perjalanan dilakukan mulai pukul 19.00 WIB dari Jakarta maupun Purwokerto," lanjutnya.

Menurut Rizki, banyak cerita menarik selama sleeper bus selama beroperasi. Pernah suatu waktu, jelas Rizki, ada satu keluarga yang menaiki bus tersebut. Saat sampai di tempat tujuan, ada anggota keluarganya yang malah enggan bangun dari tempat tidur di bus.

"Jadi saat bapak dan anaknya sudah turun, si ibu malah tetap tidur di atas bus. Ketika kami bangunkan, nggak lama si ibu malah tidur lagi," jelas Rizki.

Untuk menjaga kenyamanan penumpang, diperlukan kehati-hatian untuk mengemudikan sleeper bus ini. Menurut sang sopir, Dwi Purwadi, setiap kali mengemudikan bus tersebut butuh kehati-hatian. Apalagi, lanjutnya, jika berada di jalan yang rusak dan bergelombang.

"Bedanya, kalau mengendarai bus ini harus ekstra hati-hati. Untuk kenyamanan penumpang, kita harus pelan-pelan saat tikungan, jalan bergelombang dan jalan rusak," ucapnya.

Hingga saat ini, baik Rizki dan Dwi mengakui, penumpang yang sudah naik sleeper bus tersebut pasti akan tertidur. Pernah suatu kali, Rizki mengemukakan, bus harus berhenti di tengah jalan untuk mempersilakan penumpang makan.

"Tetapi saat dibangunkan malah tidak ada yang turun, semuanya memilih tidur di atas bed. Akhirnya, kami ganti metodenya. Sebelum berangkat, kami silakan untuk makan malam sehingga di jalan, kenyamanan penumpang tak terganggu.

Rizki mengemukakan, mendekati libur panjang akhir pekan ini, banyak calon penumpang yang sudah memesan tiket dari jauh hari. Bahkan, ia mengemukakan, semua bed yang tersedia sudah habis dipesan mulai perjalanan tanggal 8 hingga 11 September 2016 dari Jakarta dan untuk sebaliknya, pada 12 hingga 13 September 2016.

"Kalau momen libur panjang akhir pekan seperti ini, biasanya dua armada bus selalu berjalan bersama tiap hari. Jadi, dua bus yang ada langsung berangkat bersamaan dari Jakarta dan kemudian kembali lagi, setelah sampai tujuan," ujarnya.

Salah satu penumpang yang baru kali pertama mencoba bus tersebut, Fadlan mengakui kenyamanan yang ada di bus tersebut. Dia mengakui, selama ini, jika bepergian menggunakan bus biasa kerap pegal-pegal. "Tetapi kalau naik bus ini jadi nyaman. Karena bisa tidur di atas kasur dan yang pasti nggak pegal-pegal lagi," tuturnya.

Untuk saat ini, bus sleeper ini hanya melayani trayek dari Pondok Labu, Terminal Lebak Bulus, Pasar Rebo dari Jakarta dan Terminal Purwokerto, Purbalingga dan Wonosobo. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Transportasi Umum
  3. Banyumas
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini