Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menilik Sanggar Inklusi Permata Hati Sukoharjo, Tempat Terapi Anak Difabel

Menilik Sanggar Inklusi Permata Hati Sukoharjo, Tempat Terapi Anak Difabel Sanggar Terapi Difabel. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah terdapat belasan sanggar inklusi. Sanggar tersebut dimanfaatkan sebagai tempat/sarana edukasi dan terapi serta mengembangkan kemandirian bagi anak difabel yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

Salah satunya adalah Sanggar Inklusi Permata Hati di Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto. Sanggar yang berlokasi di sebelah Balai Desa Jatisobo tersebut, sore tadi terlihat lebih ramai dari biasanya. Anak-anak difabel beserta keluarganya dan warga berkumpul. Mereka menyambut kedatangan Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia, Allaster Cox.

Sanggar Inklusi Permata Hati digagas oleh Perkumpulan SEHATI, organisasi difabel yang bertujuan untuk mendorong kemandirian dan pemberdayaan orang dengan disabilitas agar mereka dapat terlibat dalam pembangunan Desa nya. Perkumpulan ini mendapatkan dukungan Kedutaan Besar Australia di Indonesia.

Kunjungan Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia Allaster Cox di Sanggar Inklusi Permata Hati, Kamis (27/2) petang untuk melihat secara langsung kegiatan yang dilakukan penyandang disabilitas itu.

"Kami selalu peduli atas pembangunan dan kemajuan di Indonesia, termasuk keadaan penyandang disabilitas," kata Allaster.

Menurut dia, banyak orang dengan disabilitas terlibat secara produktif dalam ekonomi dan kegiatan lain di masyarakat. Oleh karena itu, dikatakannya, melalui program peduli, program sehati mendorong terciptanya inklusi sosial untuk orang-orang dengan disabilitas.

"Kami harap lewat program-program kerja sama antara Indonesia dan Australia kami bisa mendorong program ini," ujarnya.

Itulah yang menjadi alasan dia bekerja sama lewat program peduli. Program yang dilaksanakan sebagai kemitraan antara Australia dan Indonesia lewat The Asia Foundation. Menurutnya, dalam program peduli ada satu pilar dimana mempromosikan kegiatan hak asasi dan hak-hak inklusi terhadap orang penyandang disabilitas.

Ketua Perkumpulan Sehati Sukoharjo, Edy Supriyanto berharap kunjungan tersebut bisa mendorong pemerintah di daerah lainnya agar memiliki kemauan politik dan lebih memperhatikan kelompok termarginalkan, terutama orang dengan disabilitas yang ada di daerahnya masing-masing.

"Melalui sanggar inklusi ini, kami ingin menunjukkan bahwa yang penting untuk dibangun adalah kemandirian mulai dari tingkat keluarga. Selain itu yang tak kalah penting adalah dukungan akses terhadap pemberdayaan ekonomi," terang Edy.

Menurut Edy, selain Sanggar Inklusi Permata Hati, terdapat 11 sanggar inklusi lainnya yang tersebar di beberapa desa di Kabupaten Sukoharjo.Di Sanggar-sanggar tersebut, banyak keterampilan yang bisa didapatkan. Seperti terapi sederhana dan metode pengajaran sehingga di rumah orang tua dapat membantu dan merawat anaknya yang difabel.

"Lebih dari 200 anak-anak difabel di Kabupaten Sukoharjo terbantu dengan sanggar inklusi ini," katanya lagi.

Listri Sedyaningsih, orang tua dengan anak difabel sekaligus Pengurus Sanggar Inklusi Permata Hati menyampaikan, keberadaan sanggar inklusi ini sangat membantu memperoleh layanan terapi, memberdayakan para orang tua, dan menambah rasa percaya diri anak beserta orang tuanya.

"Kami memiliki keluarga baru yang saling peduli dan berjuang agar hidup anak-anak dengan disabilitas menjadi lebih baik. Bahkan tidak hanya keluarga, masyarakat dan pemerintah juga mendukung sehingga kami terus semangat untuk melanjutkan inisiatif Sanggar Inklusi ini. Kami senang sekali dikunjungi seperti ini, menambah semangat anak-anak dan masyarakat agar Sanggar Inklusi Permata Hati dapat terus berjalan," pungkas dia.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP