Menhub Berharap Aplikasi Peduli Lindungi Bisa Perkuat Pelaksanaan PPKM Darurat

Minggu, 4 Juli 2021 22:54 Reporter : Nur Habibie
Menhub Berharap Aplikasi Peduli Lindungi Bisa Perkuat Pelaksanaan PPKM Darurat Menhub Budi Karya Sumadi di Stasiun. ©BKIP Kemenhub

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap agar aplikasi Peduli Lindungi bisa memperkuat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Aplikasi ini dibuat oleh sejumlah kementerian terkait.

"Marilah kita gunakan ini (Peduli Lindungi) untuk di awal kita gunakan di Bandara Soetta dan Bali. Kita harapkan bisa memperkuat pelaksanaan dari masa PPKM Darurat ini," kata Budi Karya dalam konferensi secara daring, Minggu (4/7).

Dia mengungkapkan, dalam situasi sekarang ini pengecekan hasil kesehatan perlu dilakukan secara cepat. Hal ini untuk memastikan penumpang pesawat benar-benar dalam keadaan sehat.

"Untuk itu, integerasi penting dan upaya akses data, pemeriksaan kesehatan yang dari Kemenkes tetapi juga saya meminta kepada para operator melakukan dengan teliti, melakukan check end richeck, karena aplikasi ini kadang kala ada mereka newcomer belum terlalu pandai," ungkapnya.

"Oleh karenanya sedapat mungkin aplikasi ini jangan terlalu complicated dan karena ini akan digunakan masyarakat banyak dan ini bisa dipakai untuk menunjukan bukti tes kesehatan secara digital bahkan kita nanti akan menggabungkan dengan vaksinasi dan ini memastikan kevalidan daripada tes itu tidak bisa dipalsukan," sambungnya.

Menurutnya, selama ini penumpang terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan seperti antigen atau PCR dan menunjukkan hard copy yang sehingga menimbulkan antrean.

"Belum lagi pemalsuan dan memang kadang terjadi pemalsuan. Oleh karenanya, alat aplikasi dari Peduli Lindungi ini satu yang bagus kita integerasikan agar dapat memberikan suatu pelayanan yang lebih baik. Tanpa melakukan validasi, menunjukkan hard copy, tanpa hard copy," ujarnya.

"Kami harapkan ke depan tidak ada lagi antrean yang menimbulkan kerumunan dan tentu itu mencegah surat pemalsuan test kesehatan. Selain itu diharapkan juga menguatkan mekanisme tracking dan tracing yang bertujuan untuk melindungi penumpang pesawat udara dari resiko penularan Covid-19," sambungnya.

Budi Karya mengklaim, jika koordinasi dan sinergi antara kementerian dengan operator maskapai berjalan baik.

"Inilah salah satu hasil yang saya ucapkan terima kasih kepada Kemenkes, Kementerian BUMN, Kemenkominfo dan tentunya rekan-rekan dari Dirjen Udara. Semoga Jakarta-Bali-Jakarta bisa memberikan contoh, diharapkan ke depan koordinasi, sinergi semakin baik dan kita bisa memberikan kepercayaan diri kepada masyarakat untuk menggunakan jasa penerbangan dan melakukan perjalanan aman dan sehat," tutupnya.

Sebelumnya, Direktur Operasi Angkasa Pura II, Wendo Asrul Rose mengatakan, pihaknya bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Telkom telah mencarikan solusi terkait dengan proses pelayanan di bandara. Terlebih saat ini Indonesia masih dilanda Covid-19.

Salah satu solusi yang telah dilakukan untuk meningkatkan pelayanan penumpang pesawat udara yakni membuat dua buah aplikasi yakni bernama Peduli Lindungi serta E-HAC.

"Terkait dengan integerasi ini, ini backgroundnya adalah antisipasi dari peningkatan trafik penumpang pesawat udara, sebagaimana yang kita ketahui bahwa setelah lebaran kemarin trafik yang tadinya berkisar 25-55 persen ini sudah mulai naik diatas 50 persen dan ini hal yang merupakan satu obstakel terkait dengan kapasitas produksi manual yang dilakukan pemeriksaan kesehatan terutama dokumen sebelum penumpang itu melakukan proses lanjutan di bandara," kata Wendo dalam konferensi pers secara daring, Minggu (4/7).

"Nah ini yang harus kita selesaikan supaya tidak terjadi suatu proses penumpukan, nah ini juga merupakan satu implisifikasi alur proses yang dilakukan oleh penumpang pesawat udara yang tadinya ada dua, disitu ada aplikasi Peduli Lindungi dan juga ada E-HAC kita gabungkan menjadi satu untuk memudahkan pengguna jasa," sambungnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini