Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenang perjuangan si dokter militer Prof Dr Sardjito

Mengenang perjuangan si dokter militer Prof Dr Sardjito Pameran foto Sardjito di Balairung UGM. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Nama Prof. Dr. Sardjito bukanlah nama yang asing bagi masyarakat Indonesia. Selain dikenal sebagai salah seorang pendiri Universitas Gadjah Mada (UGM), Sardjito juga dikenal sebagai seorang dokter yang mengabadikan hidupnya untuk masyarakat. Nama Sardjito sendiri saat ini diabadikan menjadi nama rumah sakit di UGM.

Untuk mengenang jasa dan perjuangan yang telah dilakukan oleh Sardjito, UGM menggelar pameran foto tentang sosok Sardjito di Balairung UGM. Pameran ini diselenggarakan dari Senin (22/1) hingga Kamis (25/1) mendatang. Sebanyak 34 foto tentang Sardjito disajikan dalam pameran tersebut.

Pameran foto Sardjito sendiri diselenggarakan sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan sosok Sardjito. Sardjito sendiri memiliki rekam jejak dan mengabdikan dirinya untuk berjuang merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan, termasuk dengan mendirikan UGM sebagai universitas nasional pertama di Indonesia.

"Perjuangan yang ditempuh oleh Sardjito pada awal kemerdekaan merupakan hal yang sangat luar biasa. Karena itu kita perlu lebih mengenal sosok beliau melalui pameran ini," ujar Rektor UGM Panut Mulyono saat membuka pameran ini.

Panut menjelaskan Sardjito adalah seorang dokter yang lahir di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tanggal 13 Agustus 1891 ini menunjukkan peran yang besar dalam revolusi fisik dan revolusi pendidikan di Indonesia. Berbagai dokumen sejarah dan piagam penghargaan atas namanya menjadi sebagian bukti atas perjuangan beliau.

"Foto-foto ini menampilkan betapa besar kontribusi beliau. Sehingga layak apabila beliau kita usulkan sebagai pahlawan nasional," ujar Panut.

Dokter lulusan Sekolah STOVIA Jakarta dan Fakultas Kedokteran Universitas Amsterdam ini memang cukup banyak terlibat dalam perjuangan kebangsaan. Pada masa revolusi fisik, Sardjito menyuplai obat-obatan pada para gerilyawan meski harus menembus medan perang. Tidak hanya itu, ia juga membuat berbagai vaksin antiinfeksi untuk para pejuang dan tentara Indonesia. Berkat kegigihannya, banyak pejuang Indonesia yang terselamatkan.

Sebagai seorang dokter, Sardjito telah melakukan berbagai penelitian penting terkait berbagai penyakit. Calcusol sebagai obat batu ginjal menjadi dedikasi lain Sardjito untuk kesehatan masyarakat. Sementara itu, dedikasinya dalam bidang pendidikan terlihat dalam pendirian UGM yang kemudian melahirkan cendekiawan dan ilmuwan yang bekerja bagi kepentingan nasional.

"Perjuangan beliau di bidang pendidikan sangat luar biasa, dan melaluinya kemudian muncul tokoh-tokoh di bidang sains, teknologi, seni dan bidang lainnya yang dihasilkan oleh UGM yang berperan besar melanjutkan perjuangan mencapai kesejahteraan Indonesia," imbuh Panut.

Atas kontribusi tersebut, Sardjito menerima beragam penghargaan mulai dari Bintang Gerilya, Bintang Mahaputra tingkat III, Satya Lancata Pejuang Kemerdekaan, hingga Bintang Kehormatan Tingkat II. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP