Mengenal Frostbite, Bahaya dan Cara Mengobatinya
Merdeka.com - Indonesia mulai memasuki musim kemarau. Saat musim kemarau, terkadang cuaca justru terasa lebih dingin. Kondisi ini biasanya menimbulkan sejumlah penyakit. Salah satunya frostbite.
Frostbite terjadi pada kulit akibat paparan suhu dingin yang terlampau tinggi. Istilah frostbite lebih dikenal di kalangan para pendaki gunung, terutama gunung-gunung yang memiliki suhu tinggi.
Pada umumnya, frostbite terjadi pada bagian tangan, telinga, kaki, hingga hidung. Selain itu, bukan hanya pendaki, siapapun bisa mengalami frostbite jika terlalu lama terpapar suhu dingin yang tinggi.
Dikutip dari mayoclinic.org, frostbite dikenal juga dengan radang dingin. Sebuah cedera yang diakibatkan oleh pembekuan pada kulit dan jaringan di bawahnya. Pada tahap awal, orang yang terkena frostbite akan mengalami frostnip.
Gejala Frostbite
Frostbite diawali dengan gejala kesemutan, kemerahan, dan nyeri seperti tertusuk. Pada kasus yang lebih parah, kulit akan membengkak, kebiruan, dan menyerupai luka bakar. Frostbite lebih rentan dialami oleh anak-anak, lansia, dan penduduk yang tinggal di permukiman bersuhu rendah.
Frostbite dapat menimbulkan kerusakan jaringan kulit dan otot secara permanen sehingga menyebabkan mati rasa dan berisiko mengalami amputasi. Selain itu, frostbite juga disertai dengan hipotermia, yaitu kondisi tubuh mengalami penurunan suhu secara drastis.
Dikutip dari my.clevelandclinic.org seseorang yang mengalami frostbite akan melalui tiga tahapan. Pertama, Ffostnip. Pada tahap awal frostnip, kulit akan berubah menjadi merah hingga ungu.
Bahkan terkadang lebih terang dari warna kulit alami. Kulit juga akan terasa lebih dingin, geli, dan nyeri. Ini adalah tahapan peringatan di mana kulit mulai mengalami kerusakan sementara.
Kedua, frostbite superfisial (permukaan). Pada tahap ini, seseorang memerlukan perawatan medis karena terkadang penderita tidak menyadarinya.
Ia akan mengalami suhu tangan yang mulai kembali menghangat padahal air kulit berubah membeku menjadi kristal es. Selanjutnya, muncul bercak berwarna keunguan atau biru seperti memar. Beberapa penderita juga akan mengalami rasa sakit, seperti terbakar sinar matahari.
Ketiga, radang dingin yang parah (dalam). Pada tahapan ini, jaringan kulit akan mengalami mati rasa dan kerusakan total. Kulit tampak memucat hingga berubah warna menjadi abu-abu atau kehitaman.
Kulit akan terasa padat, keras, dan membeku ketika disentuh. Mengalami kaku otot sehingga sulit digerakan bahkan bisa menyebabkan amputasi karena saraf kulit mengalami kelumpuhan. Timbul luka melepuh berisi darah
Cara Mengobati Frostbite
Pengobatan frostbite tergantung pada tingkat keparahannya. Pada tahap frostnip, penanganan dapat dilakukan secara mandiri di rumah dengan menghangatkan kembali area yang terkena selama 15–30 menit.
Penderita dapat merendam area yang terkena di air hangat atau mengompresnya dengan handuk yang telah direndam air hangat. Suhu air hangat yang dianjurkan adalah sekitar 37−39oC.
Adapun pada tingkat frostbite yang sudah parah, penderita harus segera mendapatkan bantuan medis, tetapi kamu bisa melakukan pertolongan pertama dengan cara berikut:
1. Pindahkan penderita ke daerah yang lebih hangat dan selimuti tubuhnya. Penderita yang mengalami frostbite di kaki dianjurkan untuk tidak berjalan.2. Lepaskan dengan hati-hati semua benda yang menutupi area frostbite, seperti sarung tangan atau kaos kaki. Lepaskan juga perhiasan atau aksesoris di tubuh.3. Ganti pakaian penderita yang basah atau ketat dengan pakaian kering.4. Jika memungkinkan, rendam penderita dalam air hangat atau beri ia kompres hangat5. Jangan menggunakan sumber panas langsung, seperti api, air panas, atau bantal pemanas, pada area yang terkena. Hal ini bisa memperparah frostbite.6. Temani dan pantau terus kondisi penderita.
Reporter Magang: Alya Nurfakhira Zahra.
(mdk/tin)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya