Mengaku Kehilangan Handphone, WN Australia Malah Pukuli Sopir Taksi di Bali

Rabu, 15 Januari 2020 03:34 Reporter : Moh. Kadafi
Mengaku Kehilangan Handphone, WN Australia Malah Pukuli Sopir Taksi di Bali WN Australia pelaku penganiayaan sopir taksi di Bali. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Warga Negara Asing (WNA) asal Australia bernama Tore Gerard Vincenzo Bempasciuto (23) ditangkap polisi karena memukul sopir taksi di Kuta, Badung, Bali. Peristiwa itu terjadi di Jalan Legian Kelod, tepatnya di seberang Lexxy Bali, Selasa (14/1) pukul 04.15 Wita dini hari.

"Iya telah mengamankan yang bersangkutan karena melakukan penganiayaan," kata Kanit Reskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa, Selasa (14/1) malam.

Kronologinya, saat itu korban bernama Saiful Nurokhim (43) asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang bekerja sebagai sopir Taksi Wahana sedang mengobrol bersama rekannya di TKP.

15 menit kemudian, ada pelaku bersama teman wanitanya sedang marah-marah sambil berjalan kaki. Pelaku mendekati korban dan menyundulkan kepalanya ke kepala korban. Setelah itu, handphone merek Samsung yang dipegang korban juga dirampas pelaku yang kemudian kabur.

Selanjutnya, korban berusaha mengejar pelaku. Bukannya mengembalikan handphone, pelaku malah memukul mulut dan mata korban sehingga terjatuh ke trotoar.

"Berdasarkan hasil CCTV, terlihat bahwa teman pelaku yang mana seorang perempuan terlihat juga ikut melakukan pemukulan terhadap korban yang saat itu korban dalam posisi terjatuh," ujar Prabawa.

Setelah puas memukuli korban, pelaku kemudian membanting handphone milik korban hingga pecah berantakan. Selain, itu ada rekan korban bernama Zainal berusaha menolong korban malah terkena pukul di bagian pelipis kirinya.

Setelah memukul saksi, kedua pelaku berusaha lari. Namun pelaku laki-laki terpleset dan terjatuh di trotoar depan Lxxy Bali.

Saat itu trotoar basah dan licin sehabis disiram security Lxxy. Setelah berhasil bangun, pelaku dilihat oleh saksi kabur ke arah Indomaret selatan Lxxy kemungkinan karena takut teman-teman korban akan mengeroyok.

"Atas kejadian itu, korban mengalami rasa sakit dan luka serta mengeluarkan darah di bagian mulutnya. Bengkak pada kantong mata sebelah kiri dan rasa sakit pada kepala bagian belakang akibat terjatuh setelah dipukul. Juga handphone Samsung C5 nya rusak parah dengan kerugian sekitar Rp2 juta," jelas Prabawa.

Saksi Zainal menuturkan, saat itu dirinya sedang duduk bersama dengan korban serta teman lainnya untuk menunggu penumpang di depan Lxxy Bar.

Tiba-tiba datang pelaku bersama teman wanitanya. Tanpa sebab pelaku langsung menyundulkan kepalanya ke korban. Kemudian, saksi bertanya kepada pelaku "What happen?,". Kemudian pelaku menjawab "From Bali steal all together," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Saksi Ikut Dipukul

Saksi sempat berusaha melerai. Ternyata pelaku malah memukul saksi sebanyak satu kali mengenai pelipis bagian kirinya. Kemudian, handphone milik korban dilempar ke tembok oleh pelaku hingga rusak.

Zainal mengaku sempat memegang pelaku. Namun pelaku memberontak dan terlepas. Pelaku kabur dan sempat sembunyi di lantai tiga Indomaret. Tidak lama kemudian, polisi datang mengamankan pelaku.

"Berhasil menemukan yang bersangkutan dan teman wanitanya yang sembunyi di lantai tiga gudang Indomaret selatan Lexxy," ujar Prabawa.

Dari hasil interogasi, kata Prabawa, pelaku menyangkal telah memukul korban dan saksi. Pelaku malah mengaku telah kehilangan uang, sebuah I-phone 11.

Alasan pelaku menyerang korban karena ketika pelaku berada dalam Bounty Night Club merasa ada beberapa orang mengikutinya. Setelah keluar dari Bounty dia menyadari handphone miliknya hilang.

"Dan ketika yang bersangkutan berjalan ke arah selatan tepat di depan Lxxy, yang bersangkutan melihat korban adalah salah satu orang yang mengikutinya selama di Bounty karena mukanya mirip," ujar Prabawa. [ray]

Baca juga:
Gara-gara Uang Parkir, Bill Clinton Dianiaya hingga Tewas
Ayah Borgol, Telanjangi dan Kurung Anak di Kandang Ayam karena Kecanduan Game Online
Emosi, Ibu di Deli Serdang Tega Bakar Anak
Kantongi Identitas Pembacok di Bandung, Polisi Beri Opsi Serahkan Diri atau Ditangkap
Pemotor Korban Pembacokan di Bandung Luka di Kepala dan Punggung

Topik berita Terkait:
  1. Penganiayaan
  2. Bali
  3. Badung
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini