Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menengok Khidmatnya Upacara HUT ke-74 RI Warga Malang di Tengah Sungai Amprong

Menengok Khidmatnya Upacara HUT ke-74 RI Warga Malang di Tengah Sungai Amprong Upacara HUT ke-74 RI di tengah sungai. ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Upacara peringatan HUT ke-74 RI digelar semarak dan tak biasa di Malang. Warga RT 06 RW 10 Kelurahan Kotalama, Kecamatan Blimbing menggelar upacara di tengah sungai Amprong.

Petugas pembawa bendera menggunakan tubing atau arum jeram menggunakan ban dalam mobil. Baik komandan maupun pasukan upacara berada di satu titik berdiri berhadapan di tengah sungai yang melintasi tengah kota.

Upacara diawali dengan persiapan pasukan oleh komandan upacara dan dilanjutkan dengan pengibaran bendera. Sementara pasukan pengibar bendera datang menggunakan tubing dari permukaan air yang lebih tinggi.

Enam orang menggunakan tubing, satu di antaranya sebagai pembawa bendera yang terpasang di sebuah tiang. Lima orang lainnya, dari atas tubing berusaha mengiring agar pembawa bendera tetap berada pada arus yang diinginkan.

Begitu tiba di satu titik, bendera tersebut diserahkan kepada salah satu tokoh pemuda dan secara bergiliran. Penerima terakhir adalah tokoh tetua kampung setempat, sebelum kemudian menancapkan di tengah-tengah sungai.

Upacara pun dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi dan Pancasila, sebelum kemudian ditutup dengan doa. Upacara yang berlangsung sakral itu pun diakhiri dengan jalin keakraban dengan makan polo pendek bersama.

Petugas pembawa bendera, Syaifudin Muchlis mengatakan butuh dua minggu untuk persiapan dan latihan pengibaran bendera. Butuh kerja sama untuk menjaga keseimbangan.

"Agak sulit, sampai pantat kena batu, karena harus menjaga keseimbangan, banyak batu padas. Sungainya kan ada yang dalam ada yang dangkal," kata Syaifudin Muchlis di lokasi, Sabtu (17/8).

Muchlis juga mengatakan, butuh waktu persiapan panjang di antaranya untuk bersih-bersih sekitar lokasi. Karena sebagian warga masih membuang popok dan sampah rumah tangga ke sungai.

"Karena itu acara ini sekaligus menjaga sungai agar tidak tercemar dari limbah," katanya diamini Fajar Mujihara, teman sesama pembawa bendera.

Rudi Rudolof, Ketua Pemuda dan Pelaksana Kegiatan mengatakan, upacara sengaja digelar di sungai agar berlangsung sakral. Karena memang acara tersebut merupakan rangkaian selamatan kali (Selamatan Sungai) dan menjaga sumber air warga setempat, Sumber Ringin.

"Kita ingin mengajak para muda-mudi untuk peduli lingkungan. Karena sumber ini, sumber kehidupan yang bisa langsung diminum," katanya.

Kesulitannya saat mendekati area upacara, karena arusnya cukup deras, dibanding di atasnya yang tenang.

Sementara selama berlangsungnya acara, banyak masyarakat yang menyaksikan di bantaran sungai. Mereka mengajak anak dan cucu untuk ikut hormat bendera ke arah sungai Amprong Malang.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP