Menegangkan, Ibu di Kotawaringin Timur Selamat Bergulat Lawan Buaya

Selasa, 24 Mei 2022 11:15 Reporter : Yan Muhardiansyah
Menegangkan, Ibu di Kotawaringin Timur Selamat Bergulat Lawan Buaya Lokasi kejadian dan korban saat dirawat (insert). ©ANTARA/Norja

Merdeka.com - Srimahwiyah (42), warga Gang Sepakat, Jalan Binjai, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur di Provinsi Kalimantan Tengah selamat dari terkaman buaya. Dia mampu meloloskan diri meskipun sempat ditarik hewan buas itu hingga ke dalam sungai.

"Saya sempat tiga kali dibawa tenggelam. Saat muncul ke permukaan saya berteriak. Saya bersyukur bisa selamat," kata Srimahwiyah di Sampit, Selasa (24/5).

Perempuan yang akrab disapa Sri menceritakan, peristiwa itu terjadi Senin (23/5) sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu dia sedang mengambil air wudu di sungai untuk salat subuh.

2 dari 4 halaman

Warga Tak Bisa Menolong

Sri sempat melihat benda mengambang tidak jauh dari tempatnya berwudu. Dia tidak menyadari bahwa benda yang dikiranya batang pohon yang mengambang itu ternyata seekor buaya.

Tanpa diduga, buaya menerkam kaki kiri Sri. Satwa ganas itu langsung menariknya ke dalam sungai. Dia merasa sedikitnya tiga kali buaya yang panjangnya diperkirakan sekitar tiga meter itu menariknya ke dalam sungai.

Saat dia berteriak, beberapa warga datang ke lokasi namun tidak bisa berbuat banyak karena tubuhnya dibawa ke dalam sungai.
Tapi Sri tidak menyerah. Dia terus berusaha berontak sehingga akhirnya berhasil membuat buaya melepaskan gigitannya.

3 dari 4 halaman

Dibawa ke RSUD Murjani Sampit

Sri langsung ditolong warga dan dilarikan ke puskesmas setempat. Dia kemudian dirujuk ke RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan penanganan intensif pada luka di kaki kiri akibat gigitan buaya tersebut.

"Ini kaki saya masih sakit. Mudah-mudahan tidak ada masalah. Mudah-mudahan segera sembuh," kata Sri seusai menjalani pemeriksaan rontgen di rumah sakit.

Kepala Desa Bagendang Tengah Untung Sukardi ditemui di desanya mengatakan, serangan buaya terhadap manusia merupakan yang pertama kali terjadi di desanya. Kejadian ini kontan membuat warga setempat menjadi takut dan waswas.

"Saat kejadian ada orang disambar buaya, warga tidak kaget. Setelah kejadian itu terjadi di desa kami, kini warga menjadi waswas. Makanya kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan," jelas Untung seperti dilansir Antara.

4 dari 4 halaman

Warga Ketakutan

Dia menjelaskan, Sungai Sampit yang melintasi desa mereka dan bermuara di Sungai Mentaya, memang diketahui terdapat populasi buaya. Warga pernah melihat buaya muncul di perairan seberang permukiman warga, namun tidak mengira buaya akan menyerang manusia.

Pemerintah desa akan memasang rambu imbauan dan sosialisasi untuk mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai. Dia juga berharap instansi terkait melakukan upaya-upaya untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Sebagian masyarakat kami masih sering beraktivitas di sungai setiap harinya, makanya kami tentu khawatir dengan kejadian ini. Kami berharap ada upaya membantu ini," jelas Untung.

Menurutnya, beberapa waktu lalu BKSDA pernah mencoba menangkap buaya di kawasan itu. Untung berharap upaya serupa kembali dilakukan BKSDA sehingga buaya tersebut bisa ditangkap dan direlokasi. [yan]

Baca juga:
Fosil Buaya Zaman Purba yang Hidup 7 Juta Tahun Lalu Ditemukan di Peru
Ada Buaya, Warga Kupang Diimbau Tak Beraktivitas di Pantai
Buaya Diduga Kelaparan Muncul di Pantai Ketapang Satu Kupang
Cerita Relawan Tiga Hari Menangkap Buaya 2 Meter di Rawa Dekat Permukiman Warga
Warga Satu RT Tangkap Buaya yang Tersesat dan Masuk ke Dalam Rumah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini