Mendagri Tito Karnavian Kenang 3 Tahun 3 Bulan Jabat Kapolri

Rabu, 6 November 2019 17:40 Reporter : Nur Fauziah
Mendagri Tito Karnavian Kenang 3 Tahun 3 Bulan Jabat Kapolri Penyerahan panji tri brata Polri dari Tito Karnavian ke Idham Azis. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian mengatakan selama memimpin lembaga kepolisian selama tiga tahun banyak tantangan yang dihadapi. Mulai dari tantangan reguler maupun tantangan lain seperti penyelenggaraan Pilkada Jakarta yang menurutnya panjang dan melelahkan.

Tito menjabat sebagai Kapolri selamat tiga tahun tiga bulan.

"Alhamdulillah, dalam waktu kurang lebih 3 tahun 3 bulan atau tepatnya sejak menjabat tanggal 13 juli 2016 dan berakhir 22 Oktober 2019, berbagai tantangan tersebut Alhamdulillah dapat dijalani," kata Tito saat Upacara Tradisi Serah terima Panji-Panji 'Tri Brata' Kapolri dan tradisi pengantar tugas di Lapangan Mako Brimob Polri, Rabu (6/11).

1 dari 5 halaman

Sidang Umum Interpol

Saat dia menjabat, kata Tito, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah Sidang Umum Interpol yang diselenggarakan di Bali tahun 2016.

"Saya kira kalau kita memutar kembali, selama 3 tahun 3 bulan, dalam catatan saya pribadi itu banyak tantangan yang signifikan di samping yang reguler ataupun yang rutin di antaranya pilkada Jakarta 2017 yang cukup panjang dan melelahkan," kata dia.

"Sidang umum ini mendapat catatan khusus dari Interpol karena memecahkan rekor dihadiri oleh 163 kepala polisi di seluruh dunia," ucapnya.

2 dari 5 halaman

Pilkada Serentak

Tito juga mengatakan, saat menjadi Kapolri saat itu terselenggara Pilkada serentak di 101 wilayah tahun 2017. Dan di tahun 2018 digelar juga Pilkada serentak di 171 wilayah.

"Serta rangkaian pemilu serentak dan parlemen yang berlangsung hampir 10 bulan, polarisasi masyarakat terjadi tensi yang cukup panas namun Alhamdulillah semua berjalan baik," paparnya.

3 dari 5 halaman

Asian Games

Di samping itu, ada event internasional Asian Games juga sukses berkat pengamanan pihaknya. Serta Asian Para Games yang juga berlangsung dgn baik. Tak hanya itu, saat kerusuhan di Mako Brimob pun pernah terjadi saat Tito menjadi Kapolri.

Dia mengucapkan banyak terima kasih pada berbagai pihak yang dapat mengatasi dengan cepat dan baik. "Di samping itu juga menghadapi aksi-aksi terorisme, di sebelah kanan ada mako tahanan brimob ada insiden disana. Saya mengucapkan terima kasih pada Panglima beliau turun langsung mengatasi insiden ini karena saat itu saya ada tugas di Jordan," paparnya.

4 dari 5 halaman

Aksi Mobilisasi Massa

Polri juga membantu masyarakat yang terdampak musibah dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Polri. Kemudian pengendalian pada saat terjadi aksi-aksi mobilisasi massa baik yang damai maupun berakhir anarkis yang berhubungan dengan dinamika politik di Indonesia termasuk peristiwa yang menimbulkan korban di Papua.

"Oleh karena itu di kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya pada jajaran dan keluarga besar Polri atas perjuangan dan pengabdian dalam mengemban tugas ini," katanya.

5 dari 5 halaman

TNI dan Polri

Tito juga mengucapkan terima kasih pada institusi TNI. Menurut Tito, dia dan Panglima sudah seperti saudara sehingga berdampak pada kerekatan TNI dan Polri.

"Dalam kurun waktu 3 tahun 3 bulan dalam catatan saya tidak ada konflik yang signifikan antara TNI dan Polri sehingga itu membuat kesejukan bagi masyarakat," pungkasnya. [ded]

Baca juga:
Mendagri Sebut Kepala Daerah Ragu Eksekusi Program Karena Takut Ditangkap
Mendagri Gandeng Polisi Selidiki 4 Desa Fiktif di Sulawesi Tenggara
Tito Tanggapi Soal Ledakan Kombes: Saya Serahkan Hal Pusing ke Pak Idham
Johan Budi Tegur Mendagri Tito Datang Terlambat di Raker Komisi II
Gerindra akan Tanya Soal Pemekaran Papua Saat Rapat Komisi II dengan Mendagri
Mendagri: Kapolri Memiliki Tugas Paling Kompleks dari Kepala Kepolisian di Dunia

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini