Mendagri: Banyak OTT Kepala Daerah It's Not A Surprise For Me
Merdeka.com - Mendagri Tito Karnavian tidak heran maraknya praktik korupsi oleh kepala daerah. Dia menilai, sistem pemilihan langsung membutuhkan biaya politik yang tinggi. Sehingga mantan Kapolri itu menyebut, penangkapan kepala daerah oleh KPK bukan sesuatu yang mengagetkan.
"Kalau bagi saya sebagai mantan Kapolri, ada OTT-OTT penangkapan kepala daerah buat saya it's not a surprise for me," ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11).
Modal Jadi Kepala Daerah Besar
Tito menyebut, untuk menjadi Bupati modalnya bisa mencapai Rp50 miliar. Sementara gaji kepala daerah dia contohkan, sekitar Rp100-200 juta per bulan saja tidak menutup pengeluaran sampai menjabat lima tahun. Karena itu, Tito mengatakan hampir semua kepala daerah berpotensi melakukan korupsi.
"Apa benar saya ingin mengabdi kepada nusa dan bangsa terus rugi? Bullshit. Saya ndak percaya," kata dia.
Maka itulah, Tito mempertanyakan sistem pemilihan kepala daerah secara langsung. Karena, dia menilai lebih banyak hal buruk sistem pemilihan secara langsung dengan biaya Pilkada yang tinggi.
"Banyak manfaatnya partisipasi demokrasi, tapi kita lihat mudaratnya juga ada, politik biaya tinggi," ujar Tito.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya