Menag Tegaskan Kasus Intoleransi di Bantul Sudah Selesai

Rabu, 3 April 2019 23:38 Reporter : Arie Sunaryo
Menag Tegaskan Kasus Intoleransi di Bantul Sudah Selesai Menteri Agama Datangi Kantor Kemenag usai Disegel KPK. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, kasus intoleransi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta sudah diselesaikan. Penyelesaian masalah dilakukan secara musyawarah bersama seluruh pihak terkait, pada akhirnya bisa dicapai titik temuan.

"Alhamdulillah semua bisa dimusyawarahkan dan dicapai titik temu," katanya di GOR Pandawa, Solo Baru, Sukoharjo, Rabu (3/4) malam.

Dia mengungkapkan, pada hakekatnya tidak ada dan tak boleh ada ketentuan yang melarang seseorang untuk tinggal bersama-sama di seluruh wilayah tanah air berdasarkan perbedaan. Apakah itu perbedaan etnis, suku, dan agama.

"Dan Alhamdulillah masyarakat di sana bisa memahami ini dan mencabut ketentuan itu. Kita sangat bersyukur pada akhirnya kearifan masyarakat itu sendiri yang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang menurut saya semata-mata karena kesalahpahaman atau ketidaktahuan saja," jelasnya.

Menurut Lukman, pelarangan tinggal yang dikarenakan beda agama, belum masuk dalam permasalahan ideologis dan radikalisme. Namun semata-mata hanya karena kekhilafan saja. Apalagi pada akhirnya warga mau mencabut aturan tersebut tanpa adanya resistensi.

Sebelumnya, seorang warga bernama Slamet Jumiarto yang ingin mengontrak di RT 8, Padukuhan Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul mendapatkan penolakan warga. Peraturan di padukuhan tersebut tidak memperbolehkan warga non Muslim bermukim di wilayah tersebut. [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini