Menag minta perguruan tinggi jaga kebebasan akademik dari praktik terorisme

Selasa, 5 Juni 2018 00:01 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Menag minta perguruan tinggi jaga kebebasan akademik dari praktik terorisme Menag klarifikasi rilis 200 nama mubalig. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku telah memerintahkan perguruan tinggi di bawah naungan instansinya untuk menjaga kebebasan akademik. Namun, Lukman menegaskan, kebebasan itu tidak boleh disalahgunakan untuk menyebarkan paham radikalisme dan terorisme.

Hal ini menyikapi tertangkapnya tiga alumni kampus Universitas Riau (UNRI) yang diduga menjadi teroris oleh Densus 88 Antiteror.

"Kebebasan akademik itu jangan lalu kemudian disalahgunakan membuat civitas akademika, para dosen, mahasiswa untuk bebas melakukan apapun. Apalagi kegiatan yang terkait dengan aktivitas terorisme," kata Lukman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/5).

Menurutnya, kebebasan akademik harus dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang sesuai tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

"Jadi kebebasan akademik tidak boleh disalahgunakan untuk melakukan hak hal yang justru bertolak belakang dengan misi perguruan tinggi yang harus mengembang tridharma perguruan tinggi itu," tegasnya.

Semua struktur perguruan tinggi mulai dari rektor, dosen dan organisasi kemahasiswaan, kata Lukman, harus menjaga lingkungan kampus dari segala praktik terorisme.

"Pimpinan perguruan tinggi juga para mahasiswanya, senat-senat dan semua civitas akademika harus punya kesadaran tinggi untuk menjaga wilayah kampusnya untuk tidak boleh ada kegiatan apapun yang terkait dengan praktek atau tindakan terorisme," imbuhnya.

Lukman berharap, kasus penangkapan tiga terduga teroris di kampus Universitas Riau (UNRI) hanya kasuistik saja. Tidak semua kampus, lanjut dia, terpapar paham radikal.

"Saya tentu sangat berharap mudah-mudahan apa yang terjadi di UNRI itu sifatnya kasuistik semata bukan sesuatu yang bisa kita generalisir pukul rata bahwa perguruan tinggi kita seperti itu kondisinya," tandas Lukman.

Densus 88 Antiteror menggeledah gelanggang mahasiswa FISIP Universitas Riau, Pekanbaru pada Sabtu (2/6) lalu. Hasilnya, diamankan tiga orang dan bahan peledak jenis TATP (triaceton triperoxide) yang sudah jadi. TATP merupakan bom kimiawi yang sangat berbahaya dan memiliki daya ledak tinggi (high explosive). [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini