Menag Lukman Hakim sebut pernikahan dini lebih banyak mudaratnya

Senin, 16 April 2018 22:51 Reporter : Merdeka
Menag bagikan beasiswa. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Undang-Undang (UU) melarang adanya pernikahan dini. Dia menyebut untuk untuk laki-laki yang ingin menikah minimal berusia 19 tahun dan perempuan 16 tahun.

"Jadi di bawah 16 atau 19 tahun tidak boleh seseorang melangsungkan pernikahan. Itu prinsip dasar yang diatur oleh undang-undang," kata Lukman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/4).

Dia menjelaskan pernikahan dini dapat dilaksanakan bila pihak yang bersangkutan mengajukan dispensasi kepada Pengadilan Agama, dan kemudian dipertimbangan untuk dikabulkan atau tidak.

Dengan begitu, kata dia pihak penghulu di Banteng, Sulawesi Selatan tidak dapat menolak kecuali melaksanakan keputusan dari Pengadilan Agama.

"Sebenarnya penghulu sudah menolak keinginan kedua remaja ini untuk melangsungkan pernikahan. Tapi karena ada putusan putusan pengadilan soal dispensasi itu maka tidak ada pilihan lain," ucapnya.

Karena hal itu, Lukman mengimbau agar hakim Pengadilan Agama dapat melihat persoalan pernikahan dini secara komprehensif. Bila memberikan dispensasi kepada pemohon, kata dia, harus berdasarkan pertimbangan yang matang.

"Bagaimanapun juga pernikahan di bawah umur itu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya," jelas Lukman.

Sebelumnya, Kisah sepasang anak SMP berusia 15 dan 14 tahun di Bantaeng, Sulawesi Selatan yang kebelet nikah tengah viral dan menghebohkan warganet. Selain mendapat dukungan, pernikahan pasangan muda ini juga mendapat kritik pedas.

Bukan tanpa alasan, pernikahan pasangan muda ini rupanya terjadi karena mempelai wanita merasa takut harus tidur sendirian di rumahnya. Terlebih sejak ibunya meninggal dunia setahun lalu, dan ayahnya jarang berada di rumah karena harus bekerja di luar kota.

Reporter: Ika Defianti [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini