Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Melihat singa dan cheetah selemparan batu di Singapore Zoo

Melihat singa dan cheetah selemparan batu di Singapore Zoo Singa di Singapura. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Bagi pengunjung yang baru pertama kali ke Kebun Binatang Singapore (Singapore Zoo), barangkali mereka akan bergidik ketika dibawa melintasi kandang hewan-hewan buas. Bagaimana tidak, kandang hewan terbuka, dan jarak pengunjung dengan binatang-binatang pemangsa tersebut hanya selemparan batu.

Singa, cheetah, macan tutul, macan putih, dan puma, bisa disaksikan langsung dengan mata telanjang, tanpa harus dari dalam mobil, sebagaimana yang dilakukan pengunjung di kebanyakan kebun binatang.

Hewan-hewan perkasa itu sebenarnya bisa saja melompat, karena parit yang memisahkannya dengan pengunjung hanya 10 meter, namun mereka tidak melakukannya.

"Jika kita tidak menyakiti mereka, mereka tidak akan menyakiti kita," kata Yasmin Basir dari Wildlife Reserve Singapore (WRS), di Singapore Zoo, pertengahan Januari lalu.

Itulah keyakinan WRS yang membawa Singapore Zoo pada konsep terbuka (open concept) dalam pengelolannya, yakni hewan-hewan ditempatkan di kandang dengan lanskap terbuka agar bisa menyerupai habitat asli mereka.

Namun, karena konsep terbuka itu juga, para pengunjung diwajibkan menaati semua peraturan kebun binatang, misalnya dilarang keras memberi makan hewan. Sebab, jika pengunjung bebas memberi makan, sangat mungkin hewan buas akan menerjang mereka.

Tidak hanya binatang-binatang buas, pada kebun binatang seluas 26 hektar di tanjung Waduk Seletar itu, bahkan terdapat lebih dari 2.800 jenis hewan dari 300 lebih spesies, dengan 26 persen di antaranya terancam punah. Beragamnya koleksi hewan ini yang menjadikan Singapore Zoo, yang berdiri sejak Juni 1973, sebagai kebun binatang hutan tropis terbaik di dunia.

Beberapa koleksi penting dari Singapore Zoo antara lain Orangutan Sumatera (Pongo pygmaeus abelii), Kera Hitam Sulawesi (Macaca nigra), Tamarin cotton-top (Saguinys oedipus), Kera Proboscis (Nasalis lavartus) dan Komodo (Varanus komodoensis).

Direktur Zoologi WRS, Kumar Pillai, mengakui sejumlah hewan endemik memang didatangkan dari negara asalnya, misalnya Komodo dan Kera Hitam Sulawesi dari Indonesia.

"Setiap kebun binatang di dunia memang punya progam saling tukar koleksi untuk memperkaya koleksinya masing-masing," ujar Kumar.

Meski kental dengan misi konservasinya, nuansa rekreasi juga tidak kalah di Singapore Zoo. Misalnya, pengunjung bisa sarapan pagi dengan ditemani oleh orangutan, yang bebas berkeliaran di kebun binatang. Pengunjung juga bisa berfoto bersama dengan salah satu jenis spesies primate tersebut.

Sejumlah pertunjukan yang mempertontonkan kecerdasan binatang juga digelar di sini. Seperti Splash Safari, atraksi ketangkasan singa laut yang membuat penonton terdekat terciprat air, dan Elephants At Work and Play, di mana gajah-gajah bisa mempertontonkan kecerdasan dan kelucuannya.

Per tahun, kebun binatang yang berlokasi di 80 Mandai Lake Road ini rata-rata dikunjungi oleh 1,7 juta orang, dengan biaya tiket per orang setara Rp 262.000 untuk dewasa dan Rp 168.000 untuk anak-anak.

"Pemasukan kita memang yang terbesar dari tiket, kemudian dari makanan dan minuman, dan retail," kata Kumar.

Uniknya, pengeluaran terbesar bukanlah pada makanan hewan, sebagaimana permasalahan klasik kebun binatang di Indonesia, tetapi pada gaji pegawai.

"Pengeluaran makanan hewan cuma 3 persen (dari total pengeluaran)," ujar Kumar.

Tanpa menyebut porsi pengeluaran, Kumar mengatakan, Singapore Zoo memperkerjakan 300-400 pegawai. Di setiap sudut kebun binatang, memang selalu ada pegawai yang siap melayani sekaligus mengawasi kehidupan liar hewan, agar tidak justru tidak menjadi berbahaya bagi manusia.Baca juga:'Kecurangan' mini dan supermarket yang sering dikeluhkan pelangganJuara umum terus, TNI AD kalahkan tentara AS, Inggris dan MalaysiaCerita istri TNI berantem dengan guru ditonton ibu-ibu sekampung5 Kisah mahasiswa UGM bikin skripsi film porno Jepang6 Fakta salah kaprah tentang luar angkasa yang sesatkan manusiaKisah kedekatan Prabowo dengan Raja Yordan yang berani gempur ISIS (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP