Melihat makam Laksamana Malahayati yang telah dipercantik

Jumat, 10 November 2017 11:19 Reporter : Afif
Melihat makam Laksamana Malahayati yang telah dipercantik Makam Laksamana Malahayati. ©2017 Merdeka.com/afif

Merdeka.com - Papan nama 'Situs Cagar Budaya Makam Laksamana Malahayati' terpasang di depan sebelum masuk ke areal makam pahlawan nasional yang baru saja dinobatkan oleh Presiden Joko Widodo. Di belakang terdapat sebuah bangunan yang dibuat untuk pengunjung beristirahat.

Kicauan burung dan semilir angin sepoi-sepoi menyambut setiap pengunjung berada di sana. Makam tertutup dengan pepohonan yang rindang, hingga pengunjung bisa melepaskan penat meskipun mentari sedang terik.

Memperingati hari pahlawan nasional setiap tanggal 10 November. Laksamana Malahayati, atau di Aceh lebih sering ditulis Laksamana Keumalahayati dinobatkan menjadi pahlawan nasional.

Presiden Joko Widodo menetapkan Malahayati sebagai pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) No 115/TK/Tahun 2017 yang ditandatangani pada 6 November 2017.

Makam pahlawan nasional perempuan di Aceh yang gigih melawan Belanda pun dipugar. Sekarang sudah tampil apik setelah direnovasi. Bangunan makam tersebut sudah dicat ulang berwarna putih divariasi dengan warna coklat.

Di atas bukit Gampong Lamreh, Krueng Raya, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar makam Laksamana Keumalahayati berdiri kokoh. Panorama bukit barisan menghiasi pekarangan makam bagaikan taman bagi almarhumah.

Untuk menuju ke makam pahlawan nasional ini, Anda harus menempuh perjalanan dari ibu kota Banda Aceh sekitar 30 kilometer, atau satu jam lebih perjalanan darat.

Sampai di lokasi, dari pemukiman warga pengunjung harus melalui seratus anak tangga, baru sampai ke makam. Arsitekur bangunan makam berbentuk segi empat, pinggirannya terpasang keramik hingga ke tiang bangunan. Makam Malahayati terdapat enam batu nisan berwarna putih, tiga berada di sisi kepala dan tiga di kaki.

Riandi, seorang pengunjung mengatakan usai diangkat jadi pahlawan nasional makam mulai dibersihkan dan pugar. Sekarang sudah tampil lebih bagus dari sebelumnya.

"Kondisi makam dulu sedikit kurang bersih dan warna bangunannya pun sudah pudar. Semoga kondisi seperti sekarang ini bisa terus dijaga bukan hanya karena momen ini saja," katanya, Jumat (10/11).

Laksamana Malahayati merupakan perempuan pejuang di Serambi Mekkah pada masa Kesultanan Aceh. Darah pejuangnya memang turun dari ayahnya bernama Laksamana Mahmud Syah.

Bahkan, kakeknya dari garis keturunan ayah juga seorang Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah tahun 1530–1539 M.

Sedangkan Sultan Salahuddin Syah adalah putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513–1530 M), yang merupakan pendiri Kerajaan Aceh Darussalam.

Berdasarkan Wikipedia, setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer Kerajaan, Ma’had Baitul Maqdis, akademi militer yang didukung oleh Sultan Selim II dari Turki Utsmaniyah, yang kemudian Malayahati menemukan cinta sejatinya yang belum diketahui namanya.

Malahayati memegang jabatan kepala Barisan Pengawal Istana Penglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV pada tahun 1585–1604.

Lalu karirnya semakin melejit hingga ia memimpin 2000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal belanda tanggal 11 September 1599.

Saat itu yang semakin membuat nama Laksamana Malahayati semakin disegani, berhasil membunuh Cornelis de Houtman saat pertempuran satu lawan satu di geladak kapal. Dia pun mendapat gelar Laksamana hingga sekarang sudah dinobatkan menjadi pahlawan nasional.

Laksamana Malahayati juga berhasil menangkap saudara kandung Cornelis, yaitu Federick de Houtman. Federick kemudian dijebloskan dalam penjara Kerajaan Aceh. Peristiwa ini menjadi saksi bagaimana kekuatan sosok panglima laut yang dipimpin oleh seorang Laksamana wanita di Tanah Rencong. [rzk]

Topik berita Terkait:
  1. Pahlawan Nasional
  2. Banda Aceh
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini