Melawan petugas, 3 jaringan narkoba internasional ditembak mati
Merdeka.com - Direktorat Nakoba (Ditnarkoba) Polda Metro Jaya berhasil menyita 106 kilogram sabu serta 202.935 butir pil ekstasi dan 560 butir pil happy five (H5). Barang haram ini diperoleh dari dua tempat kejadian perkara (TKP) yang ada di wilayah Cakung, Jakarta Timur dan Penjaringan, Jakarta Utara.
"Sabu-sabu yang disita total cukup besar, 105 kilogram ini termasuk salah satu yang terbesar saya kira di tahun 2017 ini. Ekstasi juga jumlahnya cukup banyak 200 ribu lebih itu cukup besar. Terutama sabu ini 105 kilogram itu sudah sangat besar sekali," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat berada di lokasi pergudangan Green Sedayu Biz Park, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (24/1).
Tito mengatakan, tujuh orang pengedar berhasil diamankan kepolisian dalam kasus ini. Mereka adalah WCH alias DW (23) Warga Negara Asing (WNA) asal China, AR alias R (36), NK (46), S alias A (47), BY (40), AK alias A (40) dan AA alias M (33).
Namun tiga tersangka di antaranya, yaitu WCH alias DW (23) WNA asal China, S alias A (47) dan BY (40) tewas ditembus timah panas petugas lantaran melawan saat ditangkap.
"Tiga di antaranya meninggal dunia karena melawan pada saat ditangkap. Satu (WNA) dari Hongkong kemudian yang dua dari Indonesia. Mau enggak mau dibawa lagi ke kamar jenazah," beber mantan Kapolda Metro Jaya itu.
Lebih lanjut Tito menyatakan apresiasi kepada jajaran Polda Metro Jaya termasuk pada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) atas pengungkapan jaringan narkoba internasional itu.
"Saya sampaikan apresiasi yang tinggi kepada bapak Kapolda (Metro Jaya) dan jajaran, serta Kabareskrim dan Wakabareskrim yang telah memback up. Ini prestasi yang luar biasa dari teman-teman di lapangan. Mereka terus bekerja keras meskipun jaringan ini tetap eksis," pungkas Tito.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya