Megawati ingatkan pemuda soal perjuangan Soekarno demi kemerdekaan
Merdeka.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menceritakan bagaimana sulitnya Presiden Soekarno dan wakilnya Moh Hatta mempertahankan kemerdekaan. Bahkan keduanya sampai diasingkan penjajah di tahun 1949 silam.
Demikian pesan Megawati dalam keterangannya, saat melepas rombongan ratusan anak muda hendak mengikuti kegiatan Napak Tilas Jejak Sang Proklamator di Pangkal Pinang, Bangka, Kamis (9/2). Dia juga meminta para peserta menghayati dan meresapi bagaimana berat dan berlikunya sebuah perjuangan.
Kegiatan ini diinisiasi Banteng Muda Indonesia (BMI) Bangka Belitung dengan membawa ratusan anak muda menelusuri jejak rumah pengasingan Proklamator Soekarno-Hatta, dan sejumlah pemimpin bangsa lainnya pada tahun 1949. Perjalanan panjang akan dilakukan hingga ke sebuah rumah di Bukit Menumbing, Muntok.
"Nanti kalau naik ke Menumbing, jalannya sempit, kiri kanannya masih banyak belukar. Dulu Bung Karno dibuat terisolir, agar tidak bisa lari. Nanti adik-adik rasakan di sana, bagaimana rasanya dibuang dari keluarga. Adik-adik nanti coba, rasakan. Semoga kuat. Nanti dari Muntok jalan kaki ke menumbing, ini berjuang juga," kata Megawati.
Menurut Megawati, masih banyak tidak paham bahwa setelah kemerdekaan diraih pada 18 Agustus 1945, penjajah Belanda masih berusaha merongrong. Setelah merdeka di tahun 1945 dari kekuasaan Jepang, negara bahkan masih belum stabil.
Untuk itu Belanda dengan menggunakan Sekutu, kata Megawati, ingin masuk lagi ke Indonesia. Itu sebabnya Bung Karno dan Hatta ditangkap dan dibuang sehingga tak ada kepemimpinan di Indonesia ketika baru merdeka seumur jagung.
"Makanya nanti kalau jalan, jangan ingat pacar dulu. Jangan, 'oh iya saya belum twitter'. Tapi coba bayangkan betapa susah payahnya kita merdeka. Merdeka itu tak mudah," tegas Megawati.
Dia ingatkan juga, salah satu hal kerap menjajah anak muda di Indonesia adalah narkoba. Anak-anak muda Indonesia makin tenggelam dalam alam narkoba.
Megawati berharap pengalaman menapaki jejak para proklamator bisa memberikan refleksi kepada para anak muda di Provinsi Bangka Belitung. Sehingga diharapkan bisa menghargai perjuangan para pendiri bangsa, dan berkomitmen baru untuk membangun negara dengan sepenuh hati. "Selamat berjuang," tegas Megawati.
Di dalam acara itu, hadir Gubernur nonaktif Babel sekaligus calon petahana dari PDIP Rustam Effendi, Wasekjen PDI Perjuangan Eriko Sotarduga, dan Wakil Bendahara PDI Perjuangan Rudianto Tjen.
Rustam Effendi, dalam orasinya, menegaskan bahwa Bung Karno dan Hatta telah mengajarkan banyak hal soal spirit kebangsaan dan bernegara. Kerja kedua pendiri bangsa itu bahkan menancapkan pilar resmi nasionalisme Indonesia.
Dia meminta para anak muda menelusuri jejak kebangsaan para pendiri bangsa, agar bisa menjadi pembuat sejarah yang berkualitas setara. "Mari bergurulah pada guru nasional terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Telusuri dan resapi jejak beliau supaya bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia," kata Rustam Effendi.
Ketua BMI Provinsi Bangka Belitung, Irham menjelaskan akan ada 1.000 lebih anak muda mengikuti ekspedisi itu. Mereka terdiri dari berbagai sekolah menengah, komunitas seniman, dan komunitas pemuda petani serta pemuda nelayan.
"Selama ini kami banyak sibuk dengan media sosial. Hari ini kami tunjukkan bahwa perjuangan tidak ketawa dan foya-foya, tapi perjuangan meneteskan darah dan air mata," tegasnya. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya