Mbah Fanani sempat meronta saat dibawa pergi puluhan orang
Merdeka.com - Mbah Fanani, pria misterius yang disebut warga Dieng telah melakoni pertapaan selama puluhan tahun diceritakan meronta-ronta saat dibawa ke dalam mobil, Rabu (12/4) jelang tengah malam. Di Jalan Raya Dieng, RT 1 RW 1, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah tempat tenda Mbah Fanani tinggal juga sempat terdengar suara gaduh.
Kades Dieng Kulon, Slamet Budiono mengatakan ada kejanggalan saat Mbah Fanani dijemput puluhan orang. Dari informasi Uripah yang kediamannya berdekatan dengan tenda kediaman Mbah Fanani, melihat pria misterius berusia 60 tahunan itu meronta-ronta.
"Di dalam tenda Mbah Fanani kan banyak botol-botol bekas. Jadi sempat terdengar suara gaduh. Bu Uripah juga melihat Mbah menggerang-gereng (meronta)," kata Slamet saat dihubungi merdeka.com, Kamis (13/4).
Salah satu orang yang membawa Mbah Fanani diduga Tohar. Dia mengaku kepada Uripah sebagai cucu. Menurut keterangan suami Uripah kepada Slamet, Tohar pernah berkunjung ke tenda kediaman Mbah Fanani. Bahkan, suami Uripah, memiliki nomor telepon Tohar dan sempat menghubungi Kamis (13/4) pagi tadi. Tapi tak disangka, Tohar justru menjawab keberadaan Mbah Fanani saat ini dirahasiakan.
"Tohar bilang rahasia. Ia juga ngomong, 41 hari lagi baru bisa memberi tahu," ujarnya.
Hilangnya Mbah Fanani tanpa jejak ini diakui Slamet Budiono membuat warga merasa kehilangan. Pasalnya selama puluhan tahun, pria yang tak diketahui asal usulnya, misterius dan tak bicara itu sudah dianggap sebagai bagian warga Desa Dieng Kulon.
"Suasana batin warga sedih tentunya. Tenda sampai saat ini kami biarkan. Saya hanya merasa kejadian ini janggal," kata Slamet.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya