Ini kata wanita soal pria penikmat boneka peraga seks

Minggu, 24 Agustus 2014 10:00 Reporter : Nelly Hassani Rachmi
Ini kata wanita soal pria penikmat boneka peraga seks Boneka Seks Jepang. ©dailymail.co.uk

Merdeka.com - Akhir-akhir ini dunia dihebohkan dengan kehadiran boneka peragaseks asal Jepang. Sebuah perusahaan boneka peragaseks di Negeri Sakura ini mengklaim pihaknya berhasil membuat produk yang nyaris menyerupai manusia, ia adalah PT Orient.

PT Orient menyebut boneka seks ini sebagai 'istri Belanda'. Pelanggan dapat memilih rambut, warna mata, hingga warna kulit sesuai selera. Kesan wanita Asia maupun Eropa juga dapat dipilih secara bebas.

Beberapa pelanggan yang pernah menggunakan boneka peragaseks produk PT Orient ini mengaku tidak ingin memiliki pacar sungguhan. "Iklan boneka peragaseks [edited-Red] ini menyebut setelah mencobanya, tak ada pria yang mau pacar manusia sungguhan," dikutip dari Mailonline.com, Minggu (24/8).

Lantas bagaimana pendapat para wanita melihat fenomena ini? Berikut 5 tanggapan wanita soal pria penikmat boneka peraga seks.

1 dari 5 halaman

Model

Boneka Seks Jepang. ?dailymail.co.uk

Menurut model yang kerap disapa Tika ini pria menggunakan boneka peraga seks karena ingin melampiaskan birahinya yang tidak terwujud. Ataupun efek 'jomblo'.

Jika pria yang telah memiliki pasangan dan tidak bisa terwujud berhubungan biologis dengan pasangannya, bisa jadi pasangannya sudah merasa 'ilfeel' (ilang feeling). Atau bisa jadi wanitanya telah manopause dan enggan terkena penyakit kelamin.

"Kalau misalnya cowok yang gak punya pasangan mungkin dia gak laku makanya bingung mau ke siapa lagi, mungkin kalau sama PSK takut kena HIV ya jadi boneka aja," ujarnya.

Hal itu menurutnya terbilang normal jika pria tersebut masih menyukai manusia. Namun hal yang tidak normal baginya jika pria tersebut melampiaskan kepada hewan.

2 dari 5 halaman

Pekerja asuransi

Boneka Seks Jepang. ©dailymail.co.uk

Pengalaman yang diperoleh wanita asal Jawa ini, sebut saja M mengatakan temannya yang sesama wanita memaksa suaminya yang merupakan pelayar memiliki boneka peraga seks. Hal ini dilakukan agar suaminya 'tidak jajan' sehingga menimbulkan penyakit kelamin.

Tak jarang pula di antara para pelayar memang berniat memiliki boneka peraga seks tersebut. "Ada beberapa teman saya sendiri yang berlayar, mereka pasti punya," katanya.

Mendengar cerita temannya tersebut membuat dirinya beranggapan bahwa hal tersebut terbilang normal. Pasalnya efek "LDR" bersama istri dan mencegah timbulnya penyakit jika berhubungan biologis dengan wanita lain.

"Itu sah-sah aja dan normal aja kalau kita lihat alasannya seperti itu, secara mereka normal. Toh as a man," ujarnya.

3 dari 5 halaman

Mahasiswa

Boneka Seks Jepang. ?dailymail.co.uk

Menurut mahasiswa S1 di salah satu perguruan swasta ini mengaku bahwa sikap pria yang kerap hobi menggunakan boneka peraga seks telah melakukan perilaku menyimpang. Apalagi jika menggunakannya secara terus-menerus.

"Iya kalau buat sekali-kali, nah kalau terus-terusan dan akhirnya gak mau berhubungan biologis [edited-Red] sama manusia gimana?" kata Dhamarista melalui pesan pribadi, Sabtu (23/8) malam.

Hal tersebut sangat disayangkan jika ditiru oleh pria Indonesia. Pasalanya, menurut Dhamarista Indonesia memiliki jumlah wanita yang banyak dibandingkan pria.

"Sayang aja kalau gak mencoba untuk lebih bersosialisasi sama perempuan dan mungkin build relationship atau menikah then berhubungan biologis [edited-Red] (bersama wanita sungguhan)," tambahnya.

Menurutnya juga pria yang cenderung memiliki hobi seperti ini akibat si pemakai yang ingin merasakan sensasi layaknya 'berhubungan biologis' sesungguhnya. Bisa saja pria tersebut takut jika melakukan hubungan biologis yang dapat menimbulkan kehamilan di luar nikah.

4 dari 5 halaman

PNS

Boneka Seks Jepang. ?dailymail.co.uk

Berbeda lagi halnya dengan wanita yang memiliki tiga orang anak, sebut saja C. Menurutnya perilaku tersebut sudah dianggap tidak baik.

"Wah gak bagus itu," singkatnya.

Hal ini menurutnya dapat merusak masa depan Indonesia, terutama pada anak-anak. Mental anak-anak Indonesia akan rusak hanya karena perilaku yang gemar menggunakan boneka peraga seks sebagai tempat menumpahkan keinginan untuk bercinta.

"Itu bisa merusak mental anak-anak," tambahnya.

5 dari 5 halaman

Bidan

Boneka Seks Jepang. ?dailymail.co.uk

Menurut bidan yang satu ini, perilaku tersebut dapat dikatakan normal jika pria tidak menjadikan boneka peraga seks sebagai alat kebutuhan. Pasalnya, jika sudah dianggap sebagai kebutuhan pria akan terus menggunakannya secara terus-terusan.

"Ya kalau sekali-kali gak apa-apa, tapi kalau keterusan jadi ga bagus," katanya.

Dia pun juga beranggapan bahwa pria yang kerap 'ketagihan' akan sensasi boneka peraga seks telah merusak kepribadian dan mentalnya. Seolah-olah nafsu seks-nya dapat ia lampiaskan kapan saja bersama boneka peraga seks.

Hal ini juga dikhawatirkan akan mempengaruhi orang lain, terutama pada anak-anak. Sebab, anak-anak dapat terpengaruh dengan mudah ketika melihat perilaku orang lain.

[did]
Topik berita Terkait:
  1. Boneka Seks
  2. Sex Toy
  3. Seks
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini