Masyarakat Dilarang Berhenti di Flyover Pasupati saat Malam Tahun Baru, Polisi Siaga Jaga Ketat
Flyover Pasupati kerap dipadati warga yang melintas untuk merayakan pergantian tahun.
Kepolisian menyiapkan sejumlah langkah antisipatif guna mengendalikan potensi kepadatan dan gangguan arus lalu lintas selama perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat. Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah kawasan Flyover Pasupati.
Kapolrestabes Bandung Kombes Budi Sartono menjelaskan, setiap momentum malam tahun baru, Flyover Pasupati kerap dipadati warga yang melintas untuk merayakan pergantian tahun. Aktivitas tersebut sering kali berujung kemacetan lantaran pengendara berhenti di atas jalan layang.
Siagakan Anggota Polisi
Untuk menghindari kondisi serupa, kepolisian berencana menempatkan personel di sepanjang ruas flyover. Langkah ini dilakukan sebagai upaya penguraian arus apabila terjadi penumpukan kendaraan.
“Biasanya masyarakat euforianya mendekati malam tahun baru, naik jembatan flyover Pasupati dan memberhentikan kendaraannya, sehingga membuat macet. Kami antisipasi menempatkan anggota di seluruh rangkaian flyover tersebut agar jangan ada yang berhenti,” kata dia, di Mapolrestabes Bandung, Kamis (18/12).
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak berhenti di kawasan Flyover Pasupati demi menjaga kelancaran arus kendaraan selama perayaan malam tahun baru.
“Silakan euforia, tapi jangan berhenti yang membuat kemacetan,” ucapnya.
Kawal 149 Gereja saat Natal
Selain pengamanan malam pergantian tahun, jajaran Polrestabes Bandung juga menyiapkan pengamanan khusus untuk perayaan Natal. Budi menyampaikan, pengamanan akan difokuskan di rumah-rumah ibadah umat Nasrani, dengan total 149 gereja—baik skala kecil maupun besar—yang akan mendapat pengawalan petugas.
Menurutnya, koordinasi lanjutan akan dilakukan bersama pengurus gereja untuk memastikan pengamanan berjalan optimal dan sesuai dengan jadwal ibadah di masing-masing lokasi.
“Untuk pengamanan kegiatan agama, yang pasti kita akan mengamankan di semua tempat kegiatan agama. Baik memang yang di gereja besar, gereja kecil, maupun di tempat-tempat yang memang dijadikan tempat kegiatan agama,” ucap Budi.
Siapkan 19 Pospam
Tak hanya itu, Polrestabes Bandung juga menyiapkan 19 pos yang terdiri dari pos pengamanan (pospam), pos pelayanan (posyan), serta pos terpadu. Pos-pos tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis yang rawan keramaian.
“Pos-pos ini difungsikan untuk pengamanan kegiatan ibadah Natal, pengamanan malam tahun baru, serta pelayanan kepada masyarakat di lokasi-lokasi rawan keramaian,” katanya.
Dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru ini, sekitar 1.500 personel gabungan diterjunkan, melibatkan unsur kepolisian, TNI, serta Pemerintah Kota Bandung. Seluruh kesiapan, baik personel, sarana pendukung, maupun skema pengamanan, telah dirumuskan melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di Mapolrestabes Bandung pada Rabu (18/12).