Massa Aksi Rusak Fasilitas Bandara Sorong
Merdeka.com - Massa sempat memblokade sejumlah ruas jalan di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Massa membakar ban sebagai bentuk protes insiden kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya.
Aparat kepolisian mengeluarkan tembakan peringatan untuk mencegah massa aksi yang mencoba merusak sejumlah fasilitas umum di sepanjang ruas jalan Kota Sorong.
Pantauan Antara, di kawasan Bandara Domine Eduard Osok Sorong, massa masuk ke kawasan bandara dan melempar sejumlah fasilitas yang ada meski sempat diadang aparat kepolisian dengan tembakan peringatan.
Yunus, warga jalan kilometer delapan, Kota Sorong, menuturkan, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya.
Aksi demonstrasi ini agar pemerintah secepatnya menyelesaikan permasalahan mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang agar mereka dapat kuliah dengan baik.
Kerusuhan yang terjadi di Bandar Udara DEO Sorong terjadi pada pukul 15.05 WIT. Sekelompok massa datang ke area parkir bandar udara dan merusak sejumlah kendaraan yang terparkir serta merusak beberapa fasilitas di bandara.
Aparat keamanan dan petugas bandara berhasil mengamankan dan mengendalikan situasi menjadi kondusif.
Pada pukul 16.06 WIT, Maskapai Sriwijaya Rute Sorong-Makassar telah memberangkatkan penumpang menuju Makassar.
Beberapa pesawat, dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan, penerbangan menuju Sorong ditunda untuk sementara.
Situasi sudah kondusif
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan kondisi Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua sudah dapat dikendalikan.
"Petugas gabungan telah melakukan langkah cepat dengan melakukan pengamanan dan pengendalian di Bandar Udara DEO Sorong, meski sebelumnya sekelompok massa sempat memasuki wilayah parkir kendaraan dan merusak fasilitas terminal," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti di Jakarta, Senin (19/8).
Pihaknya terus melakukan pemantauan terkait kerusuhan yang terjadi di Bandar Udara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua. Kemenhub berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX dan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) DEO Sorong.
Polana mengimbau kepada seluruh Unit Penyelenggara Bandar Udara dan Otoritas Bandar Udara (OBU) untuk terus meningkatkan pengawasan keamanan di lingkungan bandar udara dengan terus melakukan koordinasi dengan TNI/Polri.
"Diimbau kepada Seluruh petugas bandara wajib memastikan keamanan dan keselamatan bandar udara dan penumpang, serta terus berkoordinasi dengan aparat keamanan," tegas Polana.
Polana menambahkan, dengan situasi bandara yang telah kondusif, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan Aparat Keamanan TNI/Polri di wilayah Papua dan Papua Barat yang sigap dalam mengendalikan situasi.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya