Presiden Prabowo Subianto melantik 31 Duta Besar (dubes) Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia di Istana Negara Jakarta, Senin (24/3). Para dubes tersebut akan ditempatkan di negara-negara sahabat dan menjadi perwakilan organisasi internasional.
Pelantikan 31 dubes ini sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 P dan 40 P tahun 2025 tentang Pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia. Salah satu ditunjuk Prabowo adalah Marsekal TNI (Purn.) Yuyu Sutisna sebagai duta besar untuk Kerajaan Maroko merangkap Republik Islam Mauritania.
Yuyu selama ini memiliki karier cemerlang saat menjadi prajurit aktif TNI AU. Puncaknya saat menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) sejak 17 Januari 2018 hingga pensiun pada 20 Mei 2020.
Dia dikenal sebagai sosok yang memiliki karier panjang di TNI AU, dengan berbagai posisi strategis yang pernah dijabatnya. Berasal dari latar belakang yang sederhana, Yuyu Sutisna telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, seseorang dapat mencapai puncak karier di militer.
Yuyu Sutisna lahir di Bandung pada 10 Juni 1962. Sebelum meniti karier di TNI AU, ia adalah anak seorang montir. Pendidikan yang dijalaninya dimulai di Akademi Angkatan Udara (AAU), di mana ia lulus pada tahun 1986, dan dilanjutkan dengan Sekolah Penerbang TNI AU pada tahun 1987.
Selain pendidikan militer, ia juga meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.), Sarjana Sosiologi (S.Sos.), dan Magister Manajemen (M.M.), yang menunjukkan komitmennya untuk terus belajar dan berkembang.
Karier militer Yuyu Sutisna dimulai dengan pengalaman terbang yang mengesankan. Ia tercatat telah terbang lebih dari 4.250 jam, di mana 2.000 jam di antaranya menggunakan pesawat tempur F-5 Tiger II.
Pengalamannya yang luas ini membawanya ke berbagai pangkalan udara, termasuk Lanud Iswahjudi, dan menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 14, Atase Pertahanan RI di Amerika Serikat, serta Waasops Kasau. Yuyu Sutisna dikenal sebagai salah satu dari sedikit pilot di Indonesia yang telah mencapai lebih dari 2.000 jam terbang dengan pesawat F-5 Tiger II.
Advertisement
Jabatan Kasau dan Modernisasi Alutsista
Saat menjabat sebagai Kasau, Yuyu Sutisna memiliki prioritas utama dalam modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AU. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah akuisisi pesawat tempur Sukhoi Su-35. Pada Februari 2018, ia berhasil menandatangani kontrak pembelian 11 unit pesawat Su-35 senilai 1,14 miliar dolar AS. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat kekuatan pertahanan udara Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, TNI AU juga berfokus pada peningkatan kemampuan operasional dan pemeliharaan alutsista yang ada. Yuyu Sutisna mengerti bahwa modernisasi bukan hanya tentang membeli peralatan baru, tetapi juga tentang memaksimalkan potensi yang sudah ada. Keberhasilannya dalam memimpin TNI AU dalam kondisi keterbatasan alutsista dan sumber daya patut diacungi jempol.
Di balik karier moncer di militer, ternyata terdapat perjuangan Yuyu Sutisna cukup sulit. Sejak kecil, dia sudah merasakan getirnya kehidupan.
Yuyu pernah menjadi tukang pikul air dari lereng bukit. Dia juga pernah rumahnya di desa mengalami penggusuran.
Sejak mengenyam pendidikan di sekolah, Yuyu Sutisna sudah terbiasa menjadi tukang pikul air dari lereng bukit ke rumahnya. Baik untuk kebutuhan sehari-hari, maupun membantu yang lain.
Advertisement
Kehidupan Pribadi dan Inspirasi
Di luar dunia militer, Yuyu Sutisna dikenal sebagai sosok yang inspiratif. Ia aktif dalam kegiatan purnawirawan dan menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara (PPAU). Dalam berbagai kesempatan, ia menceritakan kisah hidupnya yang penuh inspirasi, dari seorang anak montir hingga mencapai puncak karier di TNI AU.
Pengalaman hidupnya yang unik memberikan motivasi bagi banyak orang, terutama generasi muda, untuk tidak menyerah dalam meraih cita-cita. Ia percaya bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk mencapai kesuksesan, melainkan justru dapat menjadi pendorong untuk berusaha lebih keras.
Advertisement
Penghargaan dan Prestasi
Selama karier militernya, Marsekal Yuyu Sutisna telah menerima berbagai penghargaan dan prestasi. Salah satu yang paling membanggakan adalah menjadi lulusan terbaik Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) Angkatan 59 tahun 1996. Penghargaan ini menunjukkan dedikasinya dalam menjalani pendidikan dan pelatihan militer.
Keberhasilannya memimpin TNI AU dalam berbagai tantangan dan keterbatasan juga menjadi bukti nyata dari kepemimpinannya yang efektif. Yuyu Sutisna merupakan contoh nyata bahwa dengan komitmen dan kerja keras, seseorang dapat mencapai prestasi yang gemilang di bidang yang digelutinya.
Marsekal TNI (Purn.) Yuyu Sutisna tidak hanya dikenang sebagai pemimpin yang sukses, tetapi juga sebagai sosok yang menginspirasi banyak orang. Dengan perjalanan karier yang cemerlang dan dedikasinya terhadap TNI AU, ia telah meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah angkatan udara Indonesia.